PT. LinkNet/First Media Tidak Akui Pekerjanya Sendiri

Sedikitnya 40-an buruh, yang merupakan gabungan buruh First Media dan Komite Aksi Buruh Tangerang (Kabut), mendatangi kantor PT. LinkNet/First Media di Boulevard Gajah Mada Tengerang, Banten, Senin (10/6).

Dalam aksinya, buruh menuntut agar pihak PT. LinkNet segera merespon tuntutan para buruh, yakni penghapusan outsourcing, peninjauan ulang sistem ketenagakerjaan di PT. First Media, dan melaksanakan nota pemeriksaan Disnaker Tangerang.

Akhirnya, setelah berorasi beberapa menit, perwakilan buruh diterima oleh pihak manajemen PT. LinkNet untuk berdialog. Proses dialog tersebut disaksikan dan dikawal oleh petugas kepolisian dari Polsek Jatiuwung Tangerang.

Dalam pertemuan itu, PT. LinkNet tetap bersikukuh pada posisinya. Menurut Samsi, salah seorang perwakilan buruh First Media, pihak PT. LinkNet tetap mengarahkan penyelesaian masalah ke perusahaan outsouring, yakni PT. Wira Cipta Sejahtera (WCS).

“Artinya, pihak perusahaan tetap tak mengakui kami. Mereka tetap menganggap kami hanya pekerja outsourcing dari PT. WCS. Sehingga kami disuruh berurusan dengan PT. WCS,” kata Samsi.

Selain itu, kata Samsi, dalam pertemuan tersebut, pihak PT. LinkNet belum mau melaksanakan nota pemeriksaan oleh Disnaker Tangerang. Padahal, menurut Samsi, dalam nota pemeriksaan Disnaker jelas dikatakan bahwa praktek outsourcing di PT. LinkNet tidak sesuai aturan dan dengan sendirinya batal demi hukum.

“Seharusnya, dengan nota Disnaker Tangerang itu, status kami sudah sebagai pekerja tetap. Karena praktek outsourcing terhadap kami menyalahi aturan UU. Tetapi pihak PT. LinkNet masih enggan melaksanakan nota pemeriksaan Disnaker itu,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu juga, pihak PT. LinkNet menolak mempekerjakan kembali para buruh First Media yang sudah di-PHK. Padahal, kata Samsi, PHK sepihak oleh pihak PT. LinkNet itu berbau union-busting.

Hasil pertemuan itu disambut dengan kecewa oleh buruh First Media. Menurut Samsi, pihak buruh berencana kembali akan menggelar aksi massa pada hari Rabu mendatang. “Kami masih akan terus melawan dan menuntut pihak PT. LinkNet berunding. Mereka harus mendengar tuntutan kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Lukman Hakim menegaskan, jika PT. LinkNet tetap tidak mau melaksanakan nota pemeriksaan dari Disnaker Tangerang, maka buruh First Media yang bernaung di bawah FNPBI dan Komite Aksi Buruh Tangerang (Kabut) akan mendatangi kantor salah satu Komisaris First Media, yakni Rizal Ramli.

“Ya, kami akan melakukan demo di sana (kantor Rizal Ramli) untuk menagih tanggung-jawab dia selaku Komisaris. Di sini ada buruh yang diperbudak dengan sistem outsourcing. Sudah begitu, sistem outsourcingnya melanggar UU, ya, dia harus tanggung jawab,” kata Lukman.

Selain itu, Lukman juga mempersoalkan sikap PT. First Media yang tidak mau mengakui buruhnya sendiri. “Nota Disnaker sudah jelas, praktek outsourcing di LinkNet/First Media itu salah, melanggar UU. Artinya, buruh-buruh ini otomatis jadi pekerja tetap,” ungkap Lukman.

Padahal, menurut Lukman, ketika bekerja di lapangan, para buruh tersebut mengenakan seragam First Media, yang dilengkapi dengan logo dan alamat website FirstMedia. “Artinya, kalau buruh tidak diakui, berarti PT. First Media telah memanfaatkan tubuh orang untuk iklan dong,” kata dia.

Karena itu, lanjut Lukman, pihaknya mempertimbangkan untuk menggugat FirstMedia ke pengadilan terkait pemanfaatan tubuh manusia, dalam hal ini para buruh, untuk iklan. “Kalau FirstMedia tidak mengakui buruh itu sebagai pekerjanya, berarti mereka harus membayar royalti atas penggunaan tubuh orang-orang tersebut untuk promosi (logo dan alamat website),” tegas Lukman.

Sementara itu, hingga malam ini, buruh First Media yang tergabung dalam FNPBI masih menggelar aksi pendudukan di kantor Disnaker Tangerang. Aksi pendudukan ini sudah hampir sebulan penuh.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut