Protes Rakyat Makin Masif, Cristina Fernandez Bersiap Kembali ke Panggung Politik

Aksi-aksi protes rakyat di Argentina berlangsung massif sejak berkuasanya pemerintahan sayap kanan konservatif yang dipimpin Mauriciou Marci. Dalam satu bulan kekuasaannya telah banyak keputusan ataupun rencana keputusan yang ditolak oleh rakyat Argentina.

Rabu kemarin (12/01) ribuan orang kembali turun ke jalanan di Buenos Aires untuk memprotes upaya sensor atas media yang dilakukan pemerintah. Sejak mengeluarkan dekrit yang meniadakan Undang-Undang Media, pemerintahan Marci leluasa melakukan kontrol dan sensor atas penyiaran. Tindakan terbarunya adalah memecat seorang komentator olah raga yang populer di negeri kedua terbesar di Amerika Selatan tersebut.

Sebelumnya, aksi-aksi demonstrasi terjadi sehubungan dengan pemecatan ribuan pekerja sektor publik. Selain itu aksi dari aktivis HAM juga digelar secara besar-besaran di Plaza de Mayo oleh kelompok Hak Asasi Manusia. Para aktivis HAM yang didukung oleh organisasi ibu-ibu yang anaknya menjadi korban penculikan di masa kediktatoran menuntut pemerintahan Marci lebih menghormati HAM dalam menjalankan pemerintahannya. Marci berencana mengganti pengurus dari sebuah lembaga yang selama ini bertugas mengumpulkan dan memproses arsip terkait korban pelanggaran HAM di masa lalu. Lembaga ini dibentuk pada masa pemerintahan Nestor Kirchner di tahun 2003.

Ketua lembaga ini, Horicio Pietragalla,  yang merupakan orang tua salah satu korban penculikan di masa kediktatoran, mengingatkan bahwa Marci berencana mengganti kepemimpinan lembaga ini untuk menghambat kerja-kerjanya.

Cristina Fernandez “comeback”

Sementara itu mantan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner dikabarkan akan kembali ke panggung politik sebagai oposisi pemerintahan Marci. Fernandez yang sempat memimpin Argentina telah melanjutkan kebijakan-kebijakan progresif pemerintahan Kirchner selama delapan tahun dari 2007 sampai 2015. Namun dalam pemilu terakhir tidak dapat melanjutkan pemerintahan karena konstitusi Argentina yang membatasi masa kepresidenan sebanyak dua periode.

Mengutip pernyataan dari seorang anggota parlamen koalisi Front untuk Kemenangan, persiapan untuk kembalinya Fernandez telah dilakukan dan bulan Februari nanti akan menjadi bulan kunci.

“Cristina mempunyai kekuatan dalam ucapanna,” kata mantan menteri Pertahanan di pemerintahannya, Agustin Rossi. “Dia akan berbicara ketika ia telah sepenuhnya kembali ke dalam aktivitas politik…. Pada dasarnya Cristina akan menjadi titik acuan yang paling kuat bagi oposisi melawan pemerintahan neoliberal Marci,” tutup Agustin.

teleSUR/Mardika Putera

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut