Presiden SBY Didesak Bebaskan TKI Dari Hukuman Mati

Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Universitas Airlangga mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan upaya diplomatik untuk membebaskan Tuti Tursilawati dan 26 orang TKI lainnya yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

“Bilamana pada akhirnya hukuman mati tersebut tidak bisa di batalkan, hal itu akan semakin mengukuhkan dan membenarkan pandangan umum tentang ketidakberpihakan rejim SBY terhadap TKI,” kata Albertus Beny, Sekjend FAM Unair, dalam siaran persnya, Sabtu, 15 Oktober 2011.

Selama ini, kata Albertus, program TKI seolah mengkomodifikasi, memperdagangkan, dan mengorbankan rakyat sendiri demi mendapatkan devisa. “Track record Pemerintah memang seolah tidak begitu peduli dengan perlindungan hukum terhadap para TKI, karena kepentingannya hanyalah mengejar devisa,” tegasnya.

Tuti Tursilawati (27 tahun) adalah PRT migran asal Cikeusik, Sukahaji, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Menurut informasi yang didapatkan FAM Unair, Tuti sudah menjalani proses peradilan dan berujung pada vonis hukuman mati.

Sebelumnya, Tuti ditangkap kepolisian Arab Saudi dan ditahan dipenjara kota Thaif, Arab Saudi. Ia dianggap bersalah karena telah memukul majikannya dengan kayu hingga berujung kematian.

Padahal, apa yang dilakukan Tuti hanyalah sebuah bentuk pembelaan diri. Ia sering mendapat percobaan tindakan asusila dari majikannya. “Dia adalah korban dari upaya mempertahankan diri dari kebiadaban si majikan,” ujar Albertus.

Selain Tuti, setidaknya ada 26 orang TKI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Bahkan 5 di antaranya telah mendapat vonis tetap hukuman mati, yaitu Tuti Tursilawati, Sutinah, Siti Zaenab, Aminah dan Darmawati.

Kabar dari pemerintah Arab Saudi menyebutkan bahwa Tuti Tursilawati akan menjalani eksekusi mati pasca Hari Raya Idul Adha mendatang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut