Posko Tolak Kenaikan Harga BBM Kumpulkan Tanda Tangan

Posko tolak kenaikan harga BBM di depan pintu masuk kampus Universitas Hasanuddin, di Makassar, Sulawesi Selatan, masih berlanjut dengan berbagai aktivitasnya.

Siang tadi, puluhan anggota LMND—yang mendirikan posko ini—menggalang tanda tangan penolakan kenaikan harga BBM. Ratusan tanda-tangan berhasil dikumpulkan oleh para aktivis hanya dalam beberapa jam.

“Ini merupakan cara menggalang dukungan mahasiswa dan rakyat secara luas,” kata Ketua LMND Makassar, Jens Batara Marewa, kepada Berdikari Online.

Menariknya, di sela-sela penggalangan tanda-tangan itu, sejumlah seniman dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) membacakan puisi-puisi untuk menyuntikkan semangat juang.

Selain menggalang tanda-tangan, aktivis LMND juga mewancarai sejumlah warga perihal sikap mereka terhadap kenaikan harga BBM. Sebagian besar yang diwancarai mengaku tidak setuju dengan rencana pemerintah itu.

Menurut Jens Batara, selain posko yang berdiri di depan kampus Unhas, LMND Makassar juga sudah mendirikan posko lain di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Tidak hanya itu, kata Jens Batara, sejumlah anggota LMND juga ditempatkan di basis-basis kaum miskin kota di Makassar. Mereka akan mengorganisir rakyat miskin kota untuk menolak kenaikan harga BBM.

Diharapkan, beberapa hari menjelang pengumuman kenaikan, LMND dan berbagai organisasi rakyat di Makassar akan menggelar aksi besar-besaran.

ARHAM T

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut