Polisi Akhirnya Ditarik Dari Picuan

Setelah membara dalam empat hari terakhir, kondisi desa Picuan, Kecamatan Motoling, Sulawesi Utara, mulai tenang kembali, Kamis (7/6/2012). Polisi juga sudah ditarik mundur dari desa Picuan.

Menurut seorang warga Picuan, Alfit Lumiu, 46 tahun, penarikan itu terjadi setelah terjadi dialog antara pihak kepolisian dan warga. “Ada orang dari Polda yang turun berdialog dengan warga desa,” kata Alfit.

Penarikan anggota kepolisian berlangsung sekitar pukul 08.00 WITA. Kondisi keamanan di desa Picuan pun mulai berangsur normal. Meski begitu, warga masih tetap berjaga-jaga.

Menurut Alfit, warga saat ini sedang membangun posko di pintu masuk dan keluar desa Picuan. Pasalnya, kata Alfit, berhembus rumor bahwa pasca penarikan anggota kepolisian akan ada penggunaan preman.

Jumlah luka tembak 5 orang

Sementara itu, akibat serangan polisi pada tanggal 4 dan 6 Juni 2012 kemarin, ada 3 orang warga Picuan yang mengalami luka tembak. Ketiga warga itu adalah Frangky Aringking, Roy Sumakud, dan Denny Lumempouw.

Sementara itu, pada serangan polisi tanggal 26 Mei 2012, ada dua orang warga yang tertembak, yaitu Leri Sumolang dan Nautri Marentek.

Selain korban luka tembak, ada dua orang warga yang mengalami luka akibat pengeroyokan oleh anggota kepolisian, yaitu Fredy Lendo dan Jhon Aringking.

Seluruh korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Rusdianto Alit Amoersetya

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • [email protected]

    rakyat yang beli itu senjata mar kote for mo bunuh rakyat,,,