Petani Plasma Duduki Kantor Bupati Tuntut Pengembalian Sertifikat

Senin siang, 28 maret 2011, lebih dari 700 orang petani plasma menggelar aksi di dua tempat di Lampung Barat, yaitu Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lampung Barat dan Kantor Bupati Lampung Barat.

Ratusan petani ini bergerak bersama dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang sudah mendampingi dan berjuang bersama dengan petani sejak awal.

Dalam aksi ini, para petani menuntut kepada dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan agar segera membekukan PT.Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) karena ijin perusahaan itu sudah berakhir sejak tahun 2008 lalu.

“Bagaimana sebuah perusahaan dapat membangun gedung perkantoran dan punya perkebunan, jika tidak mengantongi surat ijin yang jelas,” katan Kadek Artawan, koordinator dari aksi ratusan petani ini.

Dalam sebuah aksi yang digelar saat pertengahan Desember tahun lalu, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung mengakui bahwa PT. KCMU tidak mempunyai Hak Guna Usaha (HGU) selama 15 tahun beroperasi di Lampung Barat.

Setelah menggelar aksinya di depan kantor dinas koperasi, industri dan perdagangan, ratusan petani plasma ini langsung melanjutkan aksinya ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat.

Di kantor Pemkab, perwakilan petani ini menyampaikan orasi secara bergantian. Setelah beberapa saat melakukan orasi, perwakilan petani diterima untuk berdialog dengan pihak Pemda yang diwakilkan oleh Wakil Bupati, Drs Hi Dimyati Amin.

Kepada wakil Bupati, para petani menyampaikan bahwa pihak PT.KCMU seharusnya sudah mengembalikan sertifikat milik petani, sebab para petani sudah membayar angsuran hutang yang berkisar Rp10-15 juta. “Kami sudah melunasi angsuran hutan tersebut, bahkan jumlah yang kami bayarkan melebihi jumlah utang kami,” kata Kadek Artawan.

Merespon tuntutan para petani, Wakil Bupati Lampung Barat Drs Hi Dimyati Amin menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha menyelesaikan persoalan ini melalui prosedur yang sudah ada.

Untuk itu, sebagai konsekuensinya, pihak wakil bupati meminta agar petani menyiapkan data-data tandingan terkait klaim mereka. “Jika data tandingan sudah dipunyai petani, maka pihak Pemkab siap membantu dengan cara mendekati PT.KCMU agar segera mengembalikan sertifikat milik petani,” katanya.

Menginap di kantor Bupati

Karena realiasi dari tuntutan para petani belum jelas, juga untuk merespon janji wakil bupati mengenai data-data tandingan, maka ratuan petani plasma Lampung Barat ini memilih menginap di kantor Bupati.

Di sela-sela aksi pendudukan ini, para petani melakukan pendataan dan mempersiapkan data-data yang diperlukan guna diserahkan kepada Pemkab, sesuai dengan hasil kesepakatan siang hari kemarin.

Rencanya, hari ini para petani akan kembali melanjutkan aksinya di kantor Pemkab, sekaligus menyerahkan data-data tandingan yang diminta. Para petani sangat mengharapkan agar pihak Pemkab bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya.

“Pendudukan ini sekaligus merupakan tekanan politik agar pihak Pemkab memenuhi janjinya untuk menyelesaikan persoalan petani,” ujar Donna Sorenty Moza, ketua PRD Lampung Barat, yang turut bergabung dan menginap bersama petani.

Menurut Donna Sorenty Moza, jika pihak Pemkab belum juga membantu petani mengembalikan sertifikat itu, maka ada rencana untuk memboikot pelaksanaan Pilkada di empat kecamatan yang petaninya berkonflik dengan PT.KCMU.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • letek

    maju terus….pantang mundur!