Pertanyakan Akreditasi, Mahasiswa UKAW Kupang Gelar Aksi Protes

Ratusan mahasiswa dari dua fakultas di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, yakni Fakultas Pertanian dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UKAW Kupang, Senin (5/2/2018).

Mereka mempertanyakan kejelasan akreditasi sejumlah program studi di UKAW Kupan, khususnya Prodi Biologi dan Pertanian dan Prodi Mekanisasi. Sebab, akreditas dua Prodi itu akan berakhir pada 28 Februari mendatang.

Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan status alat laboratorium Fakultas Pertanian. Pasalnya, berhembus kabar bahwa pelaratan laboratorium itu merupakan pinjaman dari Politeknik Pertanian (Politani) Kupang.

“Ini adalah kebohongan. Dalam rangka mendongkrak akreditasi, maka pihak Universitas pinjam alat laboratorium dari Politani Kupang,” kata Koordinator aksi, North Lewi Mulle, kepada berdikarionline.com.

Menurutnya, pembohongan itu bukan hanya menipu tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN PT), tetapi juga mahasiswa.

“Sejak pertama kami kuliah di sini, kami selalu membayar uang lab sebesar Rp 100 ribu per semester. Kami juga membayar mata kuliah 3 SKS. 1 SKS itu praktek,” ungkapnya.

Aksi tersebut sempat berlangsung tegang, ketika mahasiswa berusaha memaksa untuk bertemu dengan Rektor UKAW Kupang, Frankie Jan Salean, SE, MP.

Rektor baru keluar menemui mahasiswa setelah massa aksi mengultimatum akan menerobos paksa masuk ke dalam gedung Rektorat.

Kepada media, Rektor Frankie Jan Salean membantah tudingan dan informasi yang disampaikan. Menurutnya, pihak kampus UKAW memang menjalin kerjasama dengan berbagai kampus, termasuk Politani Kupang.

“Mengenai peralatan laboratorium, itu milik pribadi dosen kita yang juga mengajar di Politani,” jelasnya.

Dia pun membantah jika pengadaan alat laboratorium itu semata untuk mensiasati akreditasi. Menurutnya, pengadaan alat-alat laboratorium pertanian sudah dianggarkan sejak tahun 2017.

Selain menanyakan akreditasi dan status alat laboratorium, aksi mahasiswa ini juga menuntut penghentian komersialisasi pendidikan, pembungkaman aktivitas kreatif mahasiswa, dan mewujudkan pendidikan ilmiah dan demokratis.

Marianus Engel Bell

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut