Aktivis Kumpulkan Koin Untuk Anggota DPRD

Perilaku anggota komisi B DPRD Bandar Lampung, yang menyebarkan surat edaran kepada 40 perusahaan, membuat gerah massa rakyat. Tidak terima dengan perilaku para anggota dewan tersebut, sejumlah aktivis pun menggelar aksi penggalan koin untuk anggota DPRD.

Mereka mengatasnamakan diri Persatuan Rakyat Bandar Lampung, yang merupakan gabungan dari LMND, SBAR, SRMI, dan PRD. Aksi pengumpulan koin ini dilakukan di persimpangan lampu merah Tugu Adipura. “Ini merupakan aksi simbolik untuk mengeritik perilaku anggota DPRD yang tidak bermatabat,” kata Isnan Subkhi, yang menjadi koordinator aksi ini.

Menurut Isnan, perilaku anggota DPRD seringkali bertentangan dengan apa yang menjadi kehendak rakyat. “Mereka menggunakan alasan bimtek, kunker, dan study banding untuk meninggalkan pekerjaan dan melakukan plesiran,” katanya.

Baru-baru ini, menurut Isnan Subkhi, anggota DPRD malah berusaha menarik uang siluman atau upeti ilegal dari sejumlah pengusaha. “Perilaku DPRD ini seperti pengemis, dan hanya melanggengkan praktik korup di negeri ini,” tegasnya.

Menurut rencana, aksi penggalangan koin untuk DPRD ini akan berlangsung hingga tiga hari mendatang. Bahkan, selain digelar di jalan-jalan utama dan sejumlah strategis, aksi penggalangan koin ini juga akan dilakukan di kampus-kampus. Semua koin yang berhasil dikumpulkan nantinya akan diserahkan kepada pimpinan DPRD Bandar Lampung.

Ketua PRD Bandar Lampung, Roby Weldan, yang turut menyampaikan orasi dalam aksi ini, menegaskan bahwa praktik uang siluman telah mendorong ekonomi biaya tinggi dan mengganggu proses industrialisasi.

Lebih jauh, menurut Roby, dengan menyerahkan upeti kepada anggota DPRD, pihak pengusaha nantinya merasa punya investasi dalam mempengaruhi proses penetapan upah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut