Persidangan Pelaku “Buol Berdarah” Diwarnai Aksi Massa

Hari ini, 31 maret 2011, tiga anggota Polisi diadili di pengadilan negeri Palu, Sulawesi Tengah. Ketiganya dianggap pelaku atau tersangka penembakan puluhan warga saat terjadi kerusuhan di Buol, September tahun lalu.

Ketiga polisi itu adalah mantan Kasatlantas Polres Buol Iptu Jefry Pantauw, mantan Basatlantas Polres Buol Bripka Sukirman, dan Brigadir Amirullah Haruna.

Dalam persidangan siang tadi, puluhan aktivis Forum Masyarakat Sulteng Anti-Kekerasan (FMAK) menggelar aksi di depan pengadilan. Mereka membawa karangan bunga dan photo-photo korban tewas.

Selain itu, aktivis Forum Masyarakat Anti Kekerasan juga menggelar aksi teatrikal, yang menggambarkan bagaimana Polisi menembaki rakyat tak berdosa saat terjadi kerusuhan Buol itu.

Dalam pernyataan sikapnya, para aktivis menyambut baik pelaksanaan persidangan terhadap pelaku ini, tetapi tidak mau jika kasus ini berakhir tanpa mengungkap siapa dalang sebenarnya.

Para aktivis juga mencurigai bahwa acara persidangan ini hanya dagelan untuk mengembalikan citra polisi di hadapan rakyat. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa saat ini masih ada jarak antara polisi dan rakyat Buol,” kata Suaib M Akiar.

“Buol Berdarah” masih gelap

Kejadian “Buol Berdarah” bermula dari kematian seorang tahanan, Kasmir Timumum, di dalam sel penjara Polres Buol. Rakyat Buol menganggap penyebab kematian itu adalah karena penyiksaan.

Warga pun spontan marah dan melakukan perlawanan. Menghadapi demo ribuan warga itu, Polisi malah kalap dan melepaskan tembakan. Lima warga kembali bersimbah darah dan tewas malam itu, 31 Agustus 2010.

Besoknya, begitu mendengar kabar tewasnya lima warga itu, rakyat Buol pun tambah marah. Mereka bergerak untuk meminta pertanggung-jawaban polisi. Karena polisi kembali merespon perlawanan ini dengan kekerasan, maka jumlah korban tewas pun bertambah.

Kejadian itulah yang disebut “Buol Berdarah”. Pada awalnya, ada 38 polisi yang diperiksa terkait kejadian itu. Tetapi, dalam perkembangannya, tinggal 3 orang yang menjalani persidangan hingga sekarang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut