Perjuangan Melawan Kriminalitas Di Venezuela

Kejahatan atau kriminalitas menjadi masalah besar di Venezuela. Menurut Latinobarometro, pada tahun 2008 kejahatan dianggap sebagai problem terbesar oleh 57% responden di Venezuela.

Juga, menurut Latinobarometro, tingkat kejahatan di Venezuela termasuk tertinggi di Amerika Latin. Setiap tahunnya, ada 49% rakyat yang mengaku menjadi korban kejahatan, sedangkan rata-rata Amerika latin hanya 38%.

Oposisi Venezuela sendiri menggunakan isu “kejahatan” sebagai senjata utama untuk merongrong popularitas presiden Hugo Chavez. Pihak oposisi, dengan menggunakan data-data dari media asing, berusaha mengungkapkan bahwa kejahatan telah meningkat tajam selama pemerintahan Chavez.

Sebuah film berjudul “Secuestro express”, yang mengambil latar-belakang kondisi di Venezuela, berusaha menggambarkan Caracas, Ibukota Venezuela, sebagai kota paling berbahaya di planet ini. El Universal, koran nasional Venezuela yang sering menjadi rujukan oposisi, menggambarkan Caracas dengan tingkat kejahatan tertinggi di kawasan Amerika Selatan.

Terlepas dari pro-kontra data mengenai data kejahatan di Venezuela, pemerintahan Bolivarian sendiri menganggap persoalan kejahatan sebagai sebuah persoalan dan seringkali mengganggu kehidupan rakyat. Kejahatan itu meliputi: pembunuhan, perampokan, perdagangan obat terlarang, dan kejahatan yang berkaitan dengan alcohol.

Chavez pun tidak berpangku tangan dengan kejahatan itu. Ia segera mendeklarasikan perang melawan kejahatan sebagai bagian dari revolusi Bolivarian. Chavez pun mengambil beberapa langkah: pertama, melakukan reformasi di tubuh kepolisian Venezuela; kedua, melakukan perang langsung terhadap berbagai tindak kejahatan yang mengancam kehidupan rakyat.

Langkah pertama mutlak dilakukan, mengingat bahwa pamor Polisi di Venezuela sangat buruk di mata rakyat. Bahkan, di mata rakyat Venezuela sendiri, Polisi dianggap bagian dari kejahatan itu sendiri. Sebuah jajak pendapat menemukan fakta bahwa 70% rakyat Venezuela menganggap “polisi sama dengan pelaku kejahatan”.  Dari 30% kejahatan yang terjadi pelakunya adalah polisi.

Chavez pun mentransformasikan kepolisian; dari kecenderungan represif dan anti-rakyat menjadi polisi “komunal” yang hidup di tengah-tengah rakyat. Pada tahun 2009, Venezuela telah mendirikan organisasi kepolisian baru: Polisi Nasional Bolivarian (PNB). Seluruh anggota PNB pernah mendapat pendidikan atau bekerja di dewan komunal dan mendapat pengetahuan HAM.

Langkah kedua adalah mengarahkan Garda Nasional Bolivarian untuk menjalankan fungsi khusus seperti kepolisian. Garda Nasional adalah pasukan khusus dalam militer Venezuela. Unit ini telah digenjot selama puluhan tahun agar menjadi militer humanis dan melindungi rakyat.

Garda Nasional dapat dikirim sewaktu-waktu untuk menumpas kelompok kejahatan bersenjata atau penyelundup obat-obat terlarang. Tetapi, pada waktu yang lain, Garda Nasional juga dapat dikirim ke daerah-daerah untuk membantuk pembangunan, mensosialisasikan program, dan memperkuat kesadaran rakyat dalam mendukung revolusi Bolivarian.

Lalu, pada bulan November lalu, Chavez membentuk “Garda Rakyat”, sebuah unit khusus di bawah Garda Nasional, yang tugasnya khusus untuk memerangi kejahatan dan perdagangan narkoba.

Garda Rakyat akan menjalankan tugas-tuga seperti perlucutan senjata, kontrol terhadap minuman alkohol, perang melawan perdagangan obat terlarang, dan kontrol terhadap lalu-lintas di jalanan.

Garda Rakyat juga akan bertugas untuk menjaga sekolah dari kriminalitas, melindungi orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, dan juga menjaga proses belajar-mengajar dari gangguan kejahatan.

Selain itu, Garda Rakyat juga akan mengorganisir komunitas dan mengajari mereka tindakan preventif terhadap kejahatan. Selain itu, pasukan khusus ini juga akan ditugaskan memerangi kemalasan, apatisme, dan mis-informasi. Ia akan menyampaikan dan mensosialisasikan program-program revolusi Bolivarian.

Saat ini, Garda Rakyat baru memiliki 3.650 personil, dimana 2.150 diantaranya adalah anggota Garda Nasional, yang tugas khususnya adalah menjaga keamanan dan kesatuan rakyat di seluruh negeri.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut