Peringati Sumpah Pemuda, PRD Akan Gelorakan Gerakan Pasal 33 Di Puluhan Kota

Besok, 28 Oktober 2011, bertepatan dengan peringatan 83 tahun Sumpah Pemuda, Partai Rakyat Demokratik (PRD) akan menggelar aksi massa di puluhan kota/kabupaten di berbagai provinsi di Indonesia.

Diantara kota-kota itu adalah Siantar, Palembang, Lampung, Pekanbaru, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Tuban, Makassar, Palu, Kendari,  Bima, Kupang, Ternate,  dan lain-lain.

Dalam aksi besok itu, PRD akan mengangkat tema utama “Hentikan Neoliberalisme, Kembali Ke Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945: Laksanakan Pasal 33 UUD 1945”.

“PRD menganggap peringatan sumpah pemuda sebagai momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945,” kata Agus ‘Jabo’ Priyono, Ketua Umum PRD, saat menyampaikan keterangan persnya.

Menurut Agus Jabo, aksi besok itu merupakan rangkain dari aksi terencana dan terjadwal PRD dalam kerangka membangun gerakan pasal 33 UUD 1945. Selain aksi-aksi yang digelar serentak, ada pula proses propaganda secara massif di basis-basis rakyat di seluruh Indonesia.

“Kader-kader, anggota, dan simpatisan PRD turun ke basis-basis rakyat untuk menjelaskan perihal gerakan nasional pasal 33 UUD 1945. Ini juga bagian dari upaya pembangunan partai dan gerakan anti-imperialis,” katanya.

SBY Menghianati Pancasila Dan UUD 1945

PRD juga menganggap kepemimpinan nasional sekarang telah memilih ‘haluan ekonomi-politik’ yang salah. “Bangsa kita seperti kapal di tengah laut yang kehilangan haluan: terombang-ambing kesana-kemari,” kata Agus Jabo.

Karena kesalahan itu, kata Agus Jabo, bangsa Indonesia pun makin menjauh dari cita-cita masyarakat adil dan makmur. “Sebagian besar rakyat kita hidup miskin. Pengangguran sudah merajalela di mana-mana. Anak-anak usia sekolah terusir dari lembaga pendidikan dan terpaksa menyambung hidup di jalan-jalan. Biaya kesehatan makin sulit diakses oleh rakyat,” katanya.

Padahal Indonesia negara kaya-raya: penghasil emas nomor delapan di dunia, penghasil batubara terbesar di dunia, 10 besar pemilik cadangan minyak dunia, penghasil bauksit terbesar di dunia, pemilik garis pantai terpanjang nomor dua dunia, pemilik hutan tropis terluas ketiga dunia, dan lain-lain.

Agus Jabo juga menganggap pemerintah SBY-Budiono tidak berpedoman lagi pada Pancasila dan UUD 1945. “SBY-Budiono adalah pemerintahan yang gagal. Rejim ini mengabaikan Pancasila dan UUD 1945, tetapi sangat tunduk kepada neoliberalisme,” tegasnya.

Akibat penghianatan itu, kata Jabo, SBY menjadikan Indonesia negara pengutang terbesar di dunia, negara paling korup di dunia, pengirim buruh migran terbesar, dan negara pengimpor terbesar berbagai barang kebutuhan hidup.

Oleh karena itu, PRD pun menyerukan agar bangsa Indonesia kembali kepada cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut