Perempuan Jangan Mau Dibawa Kembali ke Abad Kegelapan

Anggapan-anggapan kolot yang membelenggu perempuan di masa lalu, seperti menikah usia dini, sunat perempuan, dan poligami, kembali didengun-dengunkan dan marak terjadi di sejumlah daerah.

Aktivis perempuan sekaligus peneliti feminis, Ruth Indiah Rahayu, menyebut hal tersebut sebagai ancaman terhadap berbagai capaian gerakan perempuan.

“Sejak 4 tahun terakhir ada banyak ancaman yang memundurkan gerakan perempuan Indonesia, persis ketika memasuki era revolusi digital,” katanya dalam diskusi bertajuk Gerakan Perempuan dan Semangat Kartini Hari ini di studio Sang Akar Tebet, Sabtu (21/5/2018).

Menurutnya, perkembangan teknologi digital, yang membawa kemajuan revolusioner dalam penyebaran informasi, seharusnya membuat pengetahuan perempuan lebih maju ketimbang perempuan di zaman mesin cetak.

“Tetapi ada juga paradoksnya. Hal-hal yang enggak masuk akal bagi perempuan, seperti poligami, dijodohkan, dan nikah muda, justru banyak diserukan lewat medsos,” jelasnya.

Ironisnya, kata dia, seruan-seruan yang tidak masuk akal itu justru banyak didukung oleh perempuan, termasuk perempuan muda.

“Kita sekarang dibawa kembali ke alam irasional, persis seperti di abad kegelapan. Ini tantangan bagi kita, gerakan perempuan,” tegasnya.

Masalahnya, lanjut Ruth, ketika pandangan-pandangan abad kegelapan itu makin dominan, berbagai capaian gerakan perempuan akan dipukul mundur.

“Nanti boleh nikah dini, boleh poligami, perempuan tidak perlu sekolah, harus patuh pada suami. Kalau anda menentang, anda dicap kafir,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, awan abad kegelapan itu kini sudah mulai menaungi Jawa Barat, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta.

“Ironisnya DKI Jakarta sebagai ibukota, megapolitan, justru mudah dikembalikan ke zaman kegelapan,” ujarnya.

Karena itu, Ketua Departemen Pendidikan Komite Pusat Partai Rakyat Pekerja (PRP) ini mengajak gerakan perempuan untuk bangkit melawan kebangkitan ideologi fundamentalis yang ingin membawa perempuan ke abad kegelapan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut