Diena Mondong: Perjuangan Perempuan Harus Lebih Maju Lagi

Ketua Umum Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini Diena Mondong mengatakan, meskipun perempuan mulai mengakses banyak kesempatan untuk maju, seperti pendidikan, kesempatan berusaha, dan politik, tetapi ketidakadilan belum sepenuhnya hilang.

“Penindasan berwajah patriarki itu masih ada hingga hari ini. Diskriminasi dan ketidakdilan masih terjadi di mana-mana,” kata Diena dalam diskusi bertajuk “Gerakan Perempuan dan Semangat Kartini Hari ini” di Studio Sang Akar Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4/2018).

Diena menjelaskan, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, yang pada tahun 2016 berjumlah 259.160 kasus, menunjukkan masih kuatnya konstruksi patriarki menindas perempuan.

“Kasus femicide, yaitu pembunuhan perempuan karena dia perempuan, juga masih ada,” paparnya.

Karena itu, Diena mengajak kaum perempuan untuk terus berjuang hingga keadilan dan kesejahteraan sosial bisa terwujud.

Untuk itu, dia mengusulkan agar gerakan perempuan terus maju dalam urusan pendidikan, politik dan pemberdayaan ekonomi.

“Dalam konteks pendidikan, tekanannya bukan hanya soal akses terhadap perempuan, tetapi penciptaan sekolah-sekolah alternatif,” jelasnya.

Dalam politik, dia mengajak kaum perempuan untuk semakin banyak berkiprah dalam politik, mulai dari tingkat RT/RW hingga DPRD dan pemerintahan pusat.

“Karena kita meyakini, semakin banyak perempuan dalam politik, kebijakan politik juga makin berkeadilan gender,” katanya.

Selain itu, lanjut Diena, gerakan perempuan perlu melakukan pemberdayaan ekonomi, terutama melalui koperasi. Sebab, pemberdayaan ekonomi akan membuat perempuan lebih mandiri.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut