Kendari, Berdikari Online — Sebanyak 30 pengusaha perempuan rumahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat edukasi mengenai pemasaran digital sebagai upaya memperluas pasar dan mengembangkan usaha.
Kegiatan tersebut digelar oleh Srikandi Nusantara Berkarya (SINARA) bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari di Perumahan Baruga Regency, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Minggu (23/8/2026). Peserta berasal dari Kecamatan Baruga dan Kambu.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman dasar mengenai pemasaran digital sebelum pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya.
Menurut Syarifuddin, pemahaman terhadap istilah, konsep, dan strategi pemasaran digital diperlukan agar pelaku usaha dapat menentukan langkah yang tepat dalam memasarkan produk melalui platform digital.
“Minimal dengan memanfaatkan teknologi handphone,” kata Syarifuddin kepada para peserta.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar menjaga konsistensi pelayanan ketika mulai memasarkan produk secara digital. Menurutnya, aktivitas di ruang digital memiliki dampak yang luas sehingga kualitas pelayanan harus menjadi perhatian.
“Konsisten memberikan pelayanan ini penting karena dalam pemasaran digital kesalahan kecil dapat menjadi besar, begitu pula sebaliknya saat viral,” ujarnya.
Selain strategi pemasaran digital, Syarifuddin mendorong para pengusaha untuk memahami keunggulan produknya sekaligus mengenali karakter dan psikologi konsumen.
Ia meminta pelaku UMKM melakukan evaluasi secara berkala terhadap produk maupun strategi pemasaran yang telah dijalankan agar usaha dapat terus berkembang.
Sementara itu, Ketua DPW Serikat Tani Nelayan (STN) Sultra, Badaruddin, menilai kemampuan membangun cerita atau storytelling menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran produk di era digital.
“Pengusaha UMKM mesti mampu menceritakan produk yang dijual. Ada cerita yang dibangun, sehingga pembeli tertarik,” jelasnya.
Menurut Badaruddin, cerita mengenai produk dapat dibangun dari berbagai aspek, mulai dari keunikan kemasan, manfaat dan kesehatan produk, hingga kualitas barang yang ditawarkan.
“Makanya sebagai pengusaha harus paham dengan produk yang ingin dipasarkan,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua SINARA Nur Aisa mengatakan organisasinya berkomitmen menjadi wadah pendampingan bagi perempuan, termasuk dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia berharap Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM dapat membangun kerja sama berkelanjutan dengan para pengusaha UMKM perempuan.
Menurutnya, penguatan UMKM perempuan penting karena sektor tersebut memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat.
“Untuk itu kegiatan hari ini kami harap bukan untuk terakhir kalinya, tapi ini merupakan langkah awal untuk kesejahteraan para pengusaha UMKM perempuan di Kota Kendari,” tutur Nur Aisa.
Ia berharap kegiatan edukasi dan pendampingan serupa dapat terus dilakukan sehingga para pelaku UMKM perempuan tidak hanya mampu memasarkan produknya secara digital, tetapi juga meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.
(Feby)

