Pedagang Pasar Cik Puan Tuntut Walikota Mundur

Senin, 31 Mei 2010 | 16.08 WIB | Kabar Rakyat

PEKANBARU, Berdikari Online: Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) mendesak Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah, untuk mundur dari jabatannya. Sang walikota dianggap tidak sanggup mengurus persoalan rakyat, khususnya soal korupsi dinas pasar.

Hal itu disampaikan oleh sedikitnya 50 orang pedagang yang tergabung dalam SRMI saat menggelar aksi Mapoltabes Pekanbaru, Senin (31/5). Selain gagal mengurusi soal korupsi dinas pasar, walikota juga gagal mengatasi persoalan penggusuran, kemiskinan, dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.

Menurut Agun Sulfira, koordinator aksi ini, pihak pedagang sudah berkali-kali menyampaikan tuntutan soal korupsi di pasar cik puan, namun belum ada respon yang nyata dari pihak Pemkot Pekanbaru.

Saat ini, menurut Agun, ada beberapa orang dikenai sanksi dan lima pejabat pasar telah dimutasi, namun hal itu belum cukup untuk membongkar pratik korupsi dalam kasus tersebut.

Dalam aksi tersebut, SRMI juga mendesak kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pasar Cik Puan, karena keputusan Walikota sebelumnya masih bersifat sanksi administratif. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut