Partai Ultra Kanan Prancis Kalah di Putaran Kedua Pemilu Regional

Partai ultra kanan Prancis, Front Nasional, yang diketuai Marine Le Pen, gagal memenangkan satu wilayah/region pun dalam putaran kedua pemilu regional setelah sebelumnya secara meyakinkan menang pemilu putaran pertama. Partai konservatif memenangkan tujuh daerah pemilihan sedangkan Partai Sosialis menguasai lima daerah.

Dengan hampir semua kota suara dihitung, partai Kanan-Tengah Republikan, yang dipimpin mantan presiden Nicolas Sarkozy, mengamankan tujuh dari tiga belas wilayah Prancis. Lima lainnya lari ke Partai Sosialis yang dipimpin Francois Hollande. Meskipun menang gemilang pada putaran pertama, tidak ada wilayah yang dimenangkan Front Nasional di putaran kedua.

Di wilayah Nord-Pas-de-Calais, bagian utara Prancis, Le Pen dikalahkan oleh Xavier Bertrand dari Partai Republik. Menurut Komisi Pemilu, Le Pen memperoleh 42,23 persen sementara Bertrand memenangkan 57,77 persen suara.

Partai Republik dikondisikan untuk menang setelah Partai Sosialis menarik mundur kandidatnya dari tiga region—utara, timur dan tenggara, di mana Front Nasional membuat sukses besar—dan meminta pendukungnya untuk memilih Partai Republik sebagai usaha untuk mencegah berkuasanya Partai Kanan Jauh meraih kekuasaan.

Bertrand berterima kasih kepada pemilihnya dan kepada pendukung Partai Sosialis yang telah memilihnya untuk menyingkirkan Le Pen. Bagaimanapun, di laman Facebook-nya ia mengatakan “tidak akan melupakan hasil dari putaran pertama” ketika Front Nasional menang yang dirasakannya seperti “sambaran petir”.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, dari Partai Sosialis mengatakan meskipun Partainya Le Pen telah dikalahkan namun “bahaya yang ditampilkan oleh ultra kanan masih belum pergi, masih jauh dari itu.”

“Malam ini kita belum merasa lega atau merayakan kemenangan,” tambah Valls.

Partai Front Nasional memenangkan putaran pertama pemilu regional 6 Desember dengan perolehan 28 persen suara. Sementara Partai Republik mendapatkan 27 persen, dan Partai Sosialis 23 persen.

Dengan adanya serangan teroris yang mematikan di Paris tahun ini, putri dari pendiri partai Front Nasional, Jean-Marie Le Pen, berhasil menaikkan popularitasnya dengan sikap anti-imigran  dan kebijakan-kebijakan eropa-skeptis (anti persatuan Eropa).

Pada bulan September lalu Le Pen membandingkan gelombang pengungsi yang masuk ke Eropa dengan invasi oleh kaum barbar ke kota Roma.

Mardika Putera

Sumber: Russia Today

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut