Mogok Makan Untuk Pembebasan Aktivis Terus Berlanjut

BAU-BAU: Puluhan mahasiswa yang melakukan “mogok makan” di depan Pengadilan Negeri Bau-Bau sejak hari senin lalu (20/9) masih tetap bertahan hingga hari ini, Sabtu (25). Mereka berjanji tidak akan membubarkan diri sebelum pengadilan membebaskan 17 orang kawan mereka yang dipenjara.

Ari Proletar, yang menjadi jurubicara dari aksi ini, menjelaskan bahwa aksi akan terus berlanjut sekalipun belum ada tanda-tanda pengadilan akan merespon aksi mereka. “Ini adalah perjuangan untuk kebenaran. Saya rasa, kita tidak mengenal kata “berhenti” untuk itu,” ujarnya kepada Berdikari Online.

Sementara itu, dari hanya dua orang yang melakukan aksi mogok makan pada hari pertama, maka pada hari ini jumlah peserta mogok makan menjadi puluhan orang. Salah seorang diantaranya, yaitu Hasan, mulai tergolek lemah dan kondisinya semakin kritis.

Ketika ditanyakan mengenai aksi ini, Ketua Pengadilan Bau-Bau Mega Boeana mengatakan, “kami merasa tidak terusik dengan aksi mogok makan di depan kantor. Masyarakat berhak menyampaikan aspirasinya sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum.”

Sampai saat ini, 17 aktivis Telaga raya masih menjalani persidangan di PN Bau-Bau, dengan tuduhan menghalangi-halangangi aktivitas pertambangan dan memprovokasi pengrusakan.

Namun, para aktivis menyampaikan bantahan, bahwa masyarakat hanya mengingingkan ganti-rugi atas lahan mereka yang dirampas secara sepihak oleh PT. Arga Morini Indah (AMI), perusahaan yang melakukan eksploitasi nikel di kawasan tersebut.

Para aktivis menuding para penegak hukum, seperti Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan, tidak lagi netral dalam menangani kasus ini. Para aktivis menemukan kejanggalan dalam penyusunan BAP, proses penuntutan, hingga pertemuan tertutup antara Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan sebelum persidangan bergulir.

Aktivis yang masih ditahan, diantaranya, Agus Pranata (PRD), Thamrin (SRMI), Dedy Feriyanto (LMND), Apriluddin (LMND), Aludiman (LMND), Rifai Aprilian (LMND), M Alinsan (LMND), Sarifuddin (LMND), dan beberapa orang warga Telaga Raya. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut