Menkes: Indomie Aman Untuk Dikonsumsi Masyarakat

JAKARTA: Menteri Kesehatan Endang R. Sedyaningsih menegaskan bahwa produk Indomie masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kandungan kecapnya masih jauh berada di bawah ambang batas,” katanya kepada wartawan di kantor Kementerian Kesehatan, Selasa (12/10).

Menteri menjelaskan, jumlah zat pengawet makanan dalam setiap bungkus Indomie masih 1 gram, sementara ambang batasnya adalah 500 gram.

Selain itu, Menkes menegaskan bahwa persoalan ini bukan sebatas persoalan dengan Indomie, melainkan juga persoalan Indonesia. Pihaknya berjanji akan meminta klarifikasi pihak otoritas Taiwan perihal temuan kandungan berbahaya dalam produk mie instant dari Indofood.

Sementara itu, anggota  Badan Standar Nasional (BSN), Amir Partowiyatno, mensinyalir adanya persaingan dagang terkait penarikan mie instant produk Indonesia di Taiwan.

“”Produk itu telah mendapatkan akreditasi SNI dan Codex internasional dan memiliki daya serap pasar sangat tinggi,” katanya di Jakarta (12/10).

Produk mie instant Indonesia mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar dunia Codex Alimenterius Commission (CAC), katanya menegaskan.

Taiwan Pernah Peringatkan Indomie

Pihak BPOM Taiwan mengaku sudah pernah memperingatkan Indofood terkait kandungan zat pengawet yang sangat tinggi dalam Indomie sejak Juli lalu, demikian dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Meski begitu, pemeriksaan laboratorium pekan lalu masih mendapati Indomie yang mengandung bahan pengawet metil para hidroksi benzoat.

Oleh karena itu, Food Drug Administration(FDA) Taiwan melakukan penarikan produk-produk Indomie di pasaran Taiwan.

Mie dan Asia

Mie merupakan makanan yang sangat populer di Asia. Sebuah catatan menunjukkan, bahwa produksi mie pertama kali dilakukan di Tiongkok sekitar 2000 tahun yang lalu, tepatnya di bawah dinasti Han.

Konon, ketika Marco Polo usai berkunjung ke Tiongkok, dia membawa pulang mie sebagai oleh-oleh. Namun, eropa sendiri mengenal makanan yang hampir sejenis, yaitu pasta.

Sementara sejarah mie instant berasal dari jepang, yang memproduksinya pertama kali pada tahun 1958. Sementara Indonesia memulainya pada tahun 1971 ketika Sudono Salim meluncurkan “supermi”, mie instan pertama buatan Indonesia hasil kongsi dengan perusahaan Jepang.

Indonesia sendiri masuk tiga besar konsumen mie instan di dunia, yaitu dengan mengkonsumsi 14 milyar bungkus per tahun. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags:
  • fb [email protected] phn 085722345221-=24jam.jadikan aku anggotamu seumur hidop. catat.lihat sebarin. salam taulina salam indonesia adi daya,toko sumber rejeki depan kawedanan pertigaan lampu merah pasar bekonang solo.distributor indomie. produk indofood .toko pertama yang menyakan indomie aman dikonsumsi aku juga makan indomie.para sales yang punya produk ayooio22 promosi di toko sumber rejeki depan kawedanan pasar bekonang solo. jawa tengah. ramai strategis.ramai.