Membongkar Penipuan Dibalik “Perang Melawan Ganja” Di Amerika Serikat

Selama 40 tahun AS membiayai perang melawan warganya sendiri yang menggunakan ganja, sesuatu yang awalnya diperkenalkan sendiri oleh pemerintah. William John Cox, seorang pengacara dan aktivis politik, berusaha mengungkap “tabir hitam” ini.

Menurut William, meskipun AS meratifikasi konvensi Jenewa terkait larangan menggunakan senjata kimia, namun militer AS terlibat dalam pengujian intensif mengenai ganja dan bahan aktif lainnya, tetrahydrocannabinol (THC), sebagai alat melumpuhkan dalam perang.

Selain itu, CIA terlibat dalam program rahasia sepuluh tahun untuk mengidentifikasi dan menguji obat-obatan untuk digunakan sebagai serum”kebenaran” saat interogasi dan agen melumpuhkan.

William menjelaskan, militer AS membayangkan bahwa “membuat gila orang-orang dalam beberapa jam”, dengan menembakkan air dan mengembangkan super-halusinogen dikenal sebagai benzilate quinuclidinyl (BZ), yang diujikan pada ribuan tentara.

“Dikenal dengan nama “agent buzz”, militer AS memproduksi 100.000 pound bahan kimia yang dirancang khusus untuk dimasukkan dalam bom konvensional.,” katanya.

Senjata itu konon dipergunakan untuk perang melawan Vietnam utara, namun kebenaran mengenai ini tidak pernah dikonfirmasi dan semua file mengenainya sangat rahasia.

Untuk melayani aliansinya dengan agen intelijen Thailand dan nasionalis Tiongkok, CIA mendukung transportasi dan pemurnian opium menjadi heroin di Asia Tenggara, termasuk membuka cluster laboratorium heroin di Segitiga Emas di 1968-1969.

“CIA tetap diam sebagai sekutu, termasuk pejabat tentara tidak resmi Hmong, yang secara rutin mengirimkan heroin untuk pasukan AS di Vietnam, sehingga meningkatkan kecanduan menjadi 34%,” ungkap pengacara yang dikenal kritis ini.

Bahkan, dalam sebuah kesaksian sebelum House committee di tahun 1999, Inspektur Jenderal CIA Britt Snider mengakui bahwa CIA memperbolehkan gerilyawan Contra di Nikaragua, yang menjadi aliansinya melawan pemerintahan kiri, Sandinista, menyelundupkan begitu banyak kokain pada tahun 1980-an.

Komisi “Shafer”

Lebih lanjut, William menjelaskan awal-mula pelarangan ganja di negeri paman Sam ini.

Pada tahun 1971, Presiden Nixon menunjuk Gubernur Raymond P. Shafer dari Pennsylvania untuk kepala Komisi Nasional mengenai “laporan tentang dampak ganja dan obat-obatan lainnya dan merekomendasikan kebijakan obat yang tepat.”

Melalui Komisi “Shafer” inilah, menurut penjelasan William, telah dilakukan penelitian sangat ekstensif mengenai ganja dalam sejarah AS. “Lebih dari lima puluh proyek yang didanainya, melakukan penelitian mengenai dampak penggunaan ganja kepada manusia…”ujar Willaim.

Penelitian “Shafer” menemukan sejumlah kesimpulan, diantaranya, bahwa “tidak signifikan gangguan fisik, biokimia, dan ganggaun mental semata-mata karena merokok ganja, verifikasi tidak menemukan hubungan kausal antara penggunaan ganja dan penggunaan heroin, banyak bukti bahwa ganja tidak menyebabkan perilaku agressif dan kekerasan, dan penggunaan ganja tidak mengancam keselamatan umum.

“…sedangkan dalam berbagai persoalan Amerika komtemporer, dalam penilaian kami, ganja bukan dalam peringkat yang tinggi,” ujar komisi itu.

Namun, Presiden Nixon berusaha membalik “karpet” hasil penelitian Komisi Shafer ini, tetapi Shafer tetap bersikeras tidak mau mengubah kesimpulan penelitiannya. Karena sikap Shafer itu, Nixon menunda penunjukannya sebagai hakim federal.

Perang Melawan Ganja

Kaset gedung putih menunjukkan bahwa pendapat Nixon soal ganja lebih banyak karena prasangka pribadi ketimbang kenyataan. Demikian yang ditulis oleh William.

Nixon berkata; “ini sangat lucu, setiap bajingan yang menuntut legalisasi ganja adalah yahudi. Apakah “orang Kristen” adalah masalah bagi kaum Yahudi, Bob, apa masalah dengan mereka? Aku rasa itu karena kebanyakan dari mereka adalah psikiater..demi Allah mari kita kalahkan ganja itu..”

Saat Nixon berbicara dengan Art Linkletter tentang “demonstran radikal”, Nixon mengatakan, “ itu semua karena obat itu”. Bahkan, Nixon pernah membandingkan ganja dan minum alcohol, yang katanya; “penghisap ganja akan “mendapatkan tinggi (melayang), sementara meminum alcohol untuk bersenang-senang.”

Untuk menakut-nakuti pengguna ganja, Presiden Nixon memerintahkan pemerintahannya untuk “keras” terhadap pengguna ganja dan menargetkan mereka sebagai musuh pokok “perang melawan narkoba”,—tulis William dalam artikelnya.

William menambahkan, bahwa Perang melawan ganja dan mitos palsu yang berhubungan dengan penggunaannya telah dilanjutkan dengan setiap presiden paska Nixon.

Menurut catatan William, sejak tahun 1973, 15 juta orang, sebagian besar orang-orang muda yang tidak melakukan kejahatan lainnya, ditangkap karena ganja.

“Hanya dalam sepuluh tahun terakhir, 6,5 juta orang Amerika telah ditangkap karena tuduhan ganja,” ungkap William.

Namun, Jaksa Agung Eric Holder H, Jr. telah mengumumkan pada Maret 2009 bahwa pihaknya akan menghentikan serangan terhadap penjualan ganja untuk medis, termasuk California—negara bagian pertama yang melegalisasi ganja atas rekomendasi dokter.

Sekarang ini, meskipun Presiden Obama mulai menghentikan penangkapan atas pengguna ganja demi tujuan medis, tetapi pemerintahannya tetap menentang legalisasi ganja. Obama malahan sering mengutip laporan diagnostik, laboratorium, klinik, dan epidemologi yang menyimpulkan bahwa “penggunaan ganja akan menimbulkan ketergantungan, penyakit pernapasan dan mental, motor utama kemiskinan, penurunan kognitif, dan berbagai efek lainnya.

Kini, empat belas Negara bagian dan distrik Columbia sudah mengikuti California dalam mengesahkan UU yang melegalisasi ganja untuk tujuan medis.

“Setelah menghabiskan triliunan dollar dalam pertempuran itu, namun perang melawan ganja telah gagal,” kata William. Bahkan, kalaupun ada satu orang yang ditangkap karena ganja dalam setiap 38 detik, atau sepertiga orang Amerika mengaku pernah mengkonsumsi ganja, tetapi pemenang dalam perang melawan ganja adalah “kriminalis” yang berjualan secara illegal. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut