“Mari Jaga Kekayaan Budaya Nusantara!”

Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini bekerjasama dengan Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika akan menggelar acara bertajuk “Ekspresi Nusantara untuk Keberagaman Nusantara”.

Acara yang merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia itu berbentuk beberapa kegiatan, seperti talk-show, fashion show, dan beauty class.

“Indonesia ini adalah negara yang sangat majemuk, dengan 1331 suku-bangsa, yang masing-masing punya kekayaan budaya,” kata Ketua Umum API Kartini, Diena Mondong, kepada berdikarionline.com, Sabtu (24/8/2019).

Menurutnya, dengan keragaman suku-bangsa tersebut, Indonesia juga mendapat anugerah keragaman budaya, dari dari pakaian, musik, tarian, kuliner, hingga cara merias diri.

“Bayangkan, dengan jumlah suku yang mencapai ribuan, berarti di Indonesia ada ribuan pakaian adat, seni musik, hingga seni tata-rias wajah,” jelasnya.

Hanya saja, ungkap Diena, kekayaan budaya Nusantara ini tengah ditantang oleh kebangkitan konservatisme, terutama konservatisme agama yang mengedepankan cara pandang yang puritan dan sektarian.

Ia mencontohkan, mulai banyak yang mempersoalkan penggunaan pakaian nusantara karena dianggap “terbuka”.

“Masalahnya, di mata mereka ini, selain dianggap tidak sopan, pakaian terbuka ini mejadi penyebab pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya.

Padahal, faktanya, perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual justru yang terbanyak adalah memakai celana atau rok panjang (18 persen), hijab (17 persen) dan baju lengan panjang (16 persen).

Terkait seni merias wajah, Diena mengatakan, jauh sebelum peradaban modern, kosmetik sudah dikenal masyarakat nusantara tidak sekedar sebagai alat kecantikan wajah.

“Selain untuk kebutuhan ritual keagamaan, juga untuk pemeliharaan kesehatan kulit,” katanya.

Karena itulah, ia menegaskan, perlu ada upaya maupun kegiatan yang memperjuangkan eksistensi keragaman budaya nusantara ini dipertahankan.

“Ini alasan kenapa kami menggelar kegiatan ini, sebagai upaya merawat dan memajukan warisan kebudayaan Nusantara,” tegasnya.

Untuk diketahui, kegiatan API Kartini dan Fornas Bhineka Tunggal Ika di atas akan diselenggarakan pada hari Minggu, 25 Agustus 2019, di Aula Sasono Wiwoho, kediaman Bra Mooryati Soedibyo, di jalan Mangunsarkoro nomor 67-69, Menteng, Jakarta Pusat.

Rini Mardika

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut