Mahasiswa Makassar Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga TDL

MAKASSAR: Demonstrasi menentang kenaikan harga BBM masih terus terjadi, termasuk di Makassar. Sedikitnya 50 orang mahasiswa menggelar aksi penolakan di Fly Over Makassar, Selasa (6/7).

Awalnya, sedikitnya 22 orang aktivis LMND menggelar orasi-orasi secara bergantian di bawah jembatan Fly-over. Setelah itu, puluhan aktivis lain dari HMI MPO, BEM FIP UNM, BEM FE UNM, FOSIS UNM, PMII, dan Pembebasan turut bergabung.

Ketua LMND Makassar Alwi Taka menyatakan bahwa kenaikan harga TDL sangat terkait dengan keinginan pemerintah untuk meliberalisasi sektor kelistrikan di Indonsia, termasuk sektor hilirnya.

“Kalau pemain asing mau masuk, maka syaratnya harga listrik harus disesuaikan dengan harga pasar. Jadi, pemerintah harus melepas penentuan harga kepada pasar,” ujarnya.

Alwi menambahkan, alasan bahwa kenaikan TDL dimaksudkan untuk mengatasi krisis listrik juga tak masuk akal, sebab krisis listrik justru dipicu oleh kesalahan kebijakan pemerintah, misalnya kurangnya pasokan gas untuk pembangkit listrik, minimnya alokasi anggaran untuk pembangun infrastruktur kelistrikan, dan maraknya praktik korupsi.

Untuk itu, Alwi memperingatkan, kenaikan harga TDL hanya fase perantara menuju usaha melepaskan harga listrik berdasarkan mekanisme pasar.

Dalam aksi itu, para mahasiswa juga mendatangi kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumohardjo. Di sana mahasiswa menggelar orasi-orasi dan membacakan pernyataan sikap.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut