Mahasiswa Lampung Kecam Pengusiran Pasien Miskin

Kasus pengusiran seorang pasien miskin bernama Winda Sari (25) oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek Bandar Lampung, Lampung, menuai kecaman banyak pihak.

Kamis (8/1/2015) sore, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirasi Rakyat (GEMPAR) menggelar aksi massa di Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung.

Dalam aksinya mahasiswa mengecam tindakan RSUD Abdoel Moeloek yang mendiskriminasi pasien miskin. “Tindakan RSUD Abdoel Moeloek sangat tidak berperikemanusiaan,” kata koordinator aksi, Rismayanti Bourthon, saat menyampaikan orasinya.

Menurut Rismayanti, RSUD Abdoel Moeloek sebagai rumah sakit milik pemerintah seharusnya tidak mengusir pasien miskin karena alasan persoalan biaya. Sebab, menurutnya, rumah sakit milik pemerintah punya tanggung jawab untuk menjamin kesehatan rakyat.

“Hari ini kita kembali ditunjukkan betapa menyedihkannya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh institusi pemerintah terhadap masyarakat. Kejadian ini membuktikan bahwa pemerintah lalai dalam memberikan hak rakyat yaitu berupa jaminan kesehatan terhadap warganya,” ujar Rismayanti.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Lampung, Agung. Menurut dia, tindakan pengusiran tersebut merupakan bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di bidang kesehatan.

“Ironisnya, hal tersebut dilakukan oleh rumah sakit pemerintah yang selama ini dibiayai oleh pajak rakyat,” terangnya.

Sedangkan perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Juna, menganggap pengusiran tersebut bertolak belakang dengan mandat pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 tentang hak setiap warga negara untuk mendapat layanan kesehatan yang layak.

Selain menggelar orasi dan mimbar mahasiswa, para mahasiswa yang tergabung dalam GEMPUR ini juga menggalang donasi dari masyarakat untuk membantu biaya pengobatan Winda Sari.

Dalam pernyataannya, GEMPUR berharap agar tindakan pengusiran pasien miskin tidak terulang lagi. Mereka juga menuntut agar Direktur RSUD Abdoel Moelok dicopot dari jabatannya.

Seperti ramai diberitakan, pada tanggal 4 Januari lalu, RSUD Abdoel Moelok mengusir pasien miskin bernama Winda Sari. Perempuan berusia 25 tahun ini adalah korban tabrak lari.

Dari sejumlah foto yang beredar di jejaring sosial, seusai diusir oleh RSUD Abdoel Moeloek, Winda yang masih tergolek lemah hanya diangkut dengan gerobak sampah oleh keluarganya saat meninggalkan rumah sakit.

Devin Areansyah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut