Lula Pimpin Protes Anti Rezim Kudeta

Penggulingan terhadap Presiden Brazil yang dipilih secara demokratis, Dilma Rousseff, terus mendapat perlawanan. Presiden yang terpilih pasca kudeta, Michel Temer, terus-menerus dikepung oleh aksi protes.

Seperti aksi demonstrasi yang berlangsung di 40 kota di Brazil, Jumat (10/6/2016). Di kota Sao Paulo, aksi yang diorganisir oleh Partai Buruh (PT) dan Front Popular dipimpin langsung oleh mantan Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva.

Dalam orasinya Lula mengingatkan kemunduran serius yang dialami oleh Brazil sejak Michel Temer mengambilalih kekuasaan melalui kudeta parlemen.

“Ada kekerasan terhadap hak azasi manusia, terhadap perempuan, terhadap sektor kaum miskin. Di sini ada kampanye melawan organisasi yang mempertahankan hak azasi manusia,” kata Lula da Silva dalam orasinya.

Lula juga memperingatkan bahaya neoliberalisme di bawah pemerintahan Temer. “Rezim baru tidak memerintah, malah menjuali asset publik,” ujar Lula.

Memang, begitu menduduki jabatan Presiden sementara, Temer langsung memperlihatkan rencana memprivatisasi sejumlah aset publik, seperti sektor kelistrikan dan transportasi.

Tidak hanya itu, politisi dari Partai Gerakan Demokratik Brazil (PDMB) ini berencana memangkas belanja sosial, mengurangi pegawai negara, dan memangkas upah serta pensiun.

Sementara itu, Dilma Rousseff mengajukan proposal referendum untuk memutuskan pemilu dipercepat. “Kami harus konsultasi dengan rakyat untuk memperbaiki kembali konstitusi kita yang dirusak oleh proses pemaksulan,” kata Dilma dalam sebuah wawancara di stasiun TV pemerintah, Kamis (9/6/2016) malam.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut