Jakarta, Berdikari Online – Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Diskusi ini dihadirkan sebagai ruang refleksi atas situasi kebudayaan kontemporer yang dinilai semakin mempengaruhi percepatan arus informasi digital dan budaya serba instan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada melemahnya daya kritis masyarakat, menurunnya tradisi membaca mendalam, hingga kaburnya batas antara fakta dan opini di ruang publik digital.
Ketua Umum JAKER, Annisaa Lituhayu , mengatakan forum tersebut penting untuk mengingatkan kembali posisi kebudayaan sebagai ruang refleksi dan pembentukan kesadaran kritis masyarakat.
“Era digital memang memudahkan akses informasi, tetapi di saat yang sama kita juga menghadapi krisis makna. Informasi dikonsumsi sangat cepat tanpa proses refleksi yang cukup. Oleh karena itu, ruang-ruang diskusi kebudayaan menjadi penting untuk merawat ingatan kolektif dan membangun kembali tradisi berpikir kritis di tengah budaya instan,” ujar Annisaa dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Yuni Asrianti dari Komnas Perempuan , Sony Laurantius , budayawan Beky Mardani , serta pemerhati sosial Dominggus Oktavianus. Acara akan dipandu moderator Elsy Damayanti .
Menurut Dewan Pengawas JAKER, Sony Lauraentius, tantangan pembangunan saat ini bukan hanya soal perkembangan teknologi, tetapi juga soal bagaimana informasi masyarakat menjaga kedalaman berpikir di tengah banjir digital.
“Kita sedang menghadapi situasi ketika ingatan kolektif mudah tergerus oleh arus konten yang cepat, dangkal, dan terus berganti. Jika tidak ada ruang untuk merawat ingatan dan tradisi berpikir kritis, masyarakat akan semakin mudah kehilangan orientasi sosial maupun sejarahnya,” kata Sony.
Melalui kegiatan tersebut, JAKER berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat membangun kesadaran yang lebih kritis terhadap perkembangan budaya digital sekaligus memperkuat kebudayaan sebagai ruang pemanusiaan dan refleksi sosial.
Untuk diketahui bersama bahwa Acara ini terbuka untuk umum. dan informasi acaranya sebagai berikut :
Informasi Acara:
Tema: Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital
Hari/Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Waktu: 15.00–17.00 WIB
Tempat: Ruang Belajar Lt. 6 Perpustakaan Jakarta, TIM Cikini, Jakarta Pusat
Kontak:
Jaringan Kebudayaan Rakyat
WhatsApp: 085880428909 (Annisaa Lituhayu/Ketum JAKER)
Instagram: @kebudayaanrakyat
Website: Kebudayaanrakyat.com
(Amir)


