Lonceng Perubahan di Spanyol

Krisis ekonomi yang mendalam dan berkepanjangan telah melahirkan gerakan sosial dan blok politik kiri yang kuat di Spanyol.

Februari 2013, Ada Colau, seorang aktivis anti-penggusuran, menyebut perwakilan Industri perbankan Spanyol sebagai ‘kriminal’ saat dialog soal penggusuran di Majelis Rendah Spanyol. Saat itu dia belum dikenal publik Spanyol. Dan saat itu jug ada 100-an orang yang diusir paksa dari rumahnya per hari.

Pidato Colau itu membuat mulut anggota parlemen terkatup. Dia juga mendapat teguran dari parlemen. Tetapi apa yang disuarakannya, yaitu menentang penggusuran terhadap mereka yang tidak bisa membayar kredit rumah, bergaung di telinga jutaan rakyat Spanyol. Dia pun makin sering dipanggil di acara bincang-bincang di TV.

Hari ini Colau adalah Walikota di kota terbesar kedua di Spanyol: Bacerlona.

Colau hanya satu contoh luar biasa dari gelombang orang-orang biasa yang berhasil masuk dalam politik Spanyol hari ini. Dan tak terbantahkan, minat politik anak-anak muda Spanyol sudah meningkat sejak krisis ekonomi.

Studi Reina Sofia Center of Adolescence and Youth menemukan, 461,1 persen Spanyol berusia antara 18-25 tidak percaya dengan ‘politik kovensional’ dan menginginkan bentuk politik aternatif yang mengakomodasi partisipasi warga.

Bagaimana dan mengapa ini terjadi?

Krisis ekonomi yang mendalam dan berkepanjang telah membawa tiga kondisi buruk: tingkat pengangguran melebih 25 persen, hampir 30 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, pemotongan belanja sosial berdampak ketidakmampuan rakyat memenuhi kebutuhan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan perumahan rakyat.

Belum lagi, rakyat Spanyol marah terhadap praktik korupsi yang melibatkan partai-partai tradisional, terutama Partai Konservatif (PP) dan Partai Sosialis (PSOE).

Kondisi itulah yang melahirkangerakan M-15 di tahun 2011, Indignados, dan semua yang melawan kebijakan penghematan, dengan slogannya “mereka tidak mewakili kami”. Juga pembentukan partai kiri Podemos, yang rajin mengorganisir pertemuan publik (Majelis) di kota-kota dan ingkungan warga untuk mendorong partisipasi akar rumput.

Kekuatan politik akar rumput inilah yang pelan-pelan mengubah wajah politik Spanyol. Selain Ada Colau yang berkuasa di Barcelona, politik kiri juga berkuasa di Madrid, Cadiz, A Coruña dan Zaragoza.

Madrid, ibukota Spanyol, sekarang diperintah tokoh kiri bekas aktivis komunis, Manuela Carmena. Dia maju dari koalisi kiri, yang melibatkan Podemos, Izquierda Unida (persatuan kiri) dan aktivis sosial akar rumput.

Kemenagan Manuela mengakhiri dominasi partai kanan yang berkuasa di kota Madrid selama 24 tahun.

Begitu berkuasa, Manuela langsung membatasi akses dan keistimewaan yang dinikmati kaum elit.

Di tahun pertama berkuasa, Manuela menaikkan belanja sosial Madrid sebesar 16 persen, dari 516 juta euro menjadi 600 juta euro. Sementara utang Madrid berkurang lebih dari 20 persen.

Di bulan Mei lalu, Podemos dan Izquierda Unida (persatuan kiri) mengumukan koalisi di bawah payung bernama Unidos Podemos atau bersama kita bisa. Jajak pendapat terbaru memperkirakan koalisi kiri ini akan menggeser partai sosialis (PSOE) di urutan kedua.

Dalam sebuah pernyataannya, koalisi kiri ini menyatakan tekadnya memperjuangkan sebuah kekuasaan politik yang berpihak pada kelas pekerja dan rakyat mayoritas. Kehadiran koalisi ini disambut oleh kaum kiri di Spanyol dan Eropa.

Jika berhasil di pemilu, setidaknya meraih urutan kedua, maka Unidos Podemos bukan hanya menyingkirkan sosialis palsu (PSOE), tetapi juga mengembalikan politik kiri yang cukup lama melemah.

Tanggal 26 Juni mendatang, Spanyol kembali menghelat pemilu. Perubahan signifikan apa yang dihasilkan? Yang jelas, dominasi dua partai (menyerupai two-party system) akan berakhir. Kekutan politik baru, yang lebih mewakili akar rumput, akan tampil dan mewarnai politik Spanyol. Perimbangan kekuatan dalam politik Spanyol jelas berubah.

Apakah perubahan perimbangan kekuatan ini akan berdampak pada kehidupan rakyat Spanyol kedepan? Bisakah pemerintahan baru nanti mengeluarkan Spanyol dari cekikan krisis ekonomi? Kita tunggu jawabannya sama-sama.

Diolah dari: teleSUR

—berdikarionline.com

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut