LMND Lubuklinggau Kritik Walikota

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Lubuklinggau mengeritik kinerja pemerintaha kota Lubuk Linggau di bawah kepemimpinan S. N Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar atau sering disebut NanSuko.

Kritikan itu disuarakan melalui aksi protes di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Linggau, Kamis (10/3/2016). Ada tiga kritikan pedas yang dikumandangkan dalam aksi itu.

Yang pertama, kata Ketua LMND Lubuklinggau Alhafizu, tingginya angka pengangguran di Lubuk Linggau. Dia merujuk ke data BPS, pada tahun 2014 jumlahnya 6802 orang. Tetapi pada tahun 2015 sudah mencapai 30.700 atau 14,37 persen.

“Pengangguran yang tinggi menjadi tantangan bagi Lubuklinggau dalam memasuki perdagangan bebas ala Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” kata Alhafizu.

Dia juga mengeritik kurangnya perhatian pemerintah kota terhadap nasib tenaga kerja lokal. Pasalnya, banyak perusahaan yang memilih tenaga kerja dari luar ketimbang lokal.

Yang kedua, lanjut dia, persoalan pendidikan yang belum bisa dijangkau oleh seluruh rakyat Lubuklinggau. Kata dia, angka putus sekolah usia dini di tahun 2015 mencapai 800-an orang.

Selain soal akses, Alhafizu juga mengeritik penyelenggaraan pendidikan yang tidak demokratis dan tidak ilmiah. Padahal, kata dia, pendidikan seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ini berkontradiksi dengan visi Walikota yang menginginkan masyarakat Madani. Tidak ada masyarakat Madani tanpa pendidikan bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Yang ketiga, ungkap Alhafizu, adalah penggunaan dana APBD yang tidak pro-rakyat. Dia mengungkapkan, banyak proyek pembangunan menggunakan dana APBD tetapi tidak berorientasi pada kebutuhan rakyat setempat.

“Banyak proyek pembangunan yang mubazir dan peruntukannya tidak jelas. Belum lagi penggunaan APBD yang tidak jelas,” paparnya.

Karena itu, Alhafizu menuntut pemerintah kota Lubuklinggau menghentikan pemborosan uang rakyat untuk kegiatan yang tidak penting. Mereka menuntut adanya audit atas penggunaan APBD oleh pemerintah kota.

LMND Lubuklinggau menuntut pemerintah kota menerapkan pendidikan gratis dan berkualitas. Mereka juga menuntut pembukaan balai latihan kerja untuk tenaga kerja.

Muhamad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut