LMND Kupang Tuntut Pencabutan Perda Retribusi Kesehatan

Kesehatan-rakyat

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Kupang menggelar aksi massa di kantor DPRD Nusa Tenggara Timur, Senin (21/1). Mereka menuntut pencabutan Perda nomor 4 tahun 2006 tentang retribusi kesehatan.

Menurut Ketua LMND Kupang, Ridwan Nugroho, kehadiran Perda tersebut telah menyebabkan layanan kesehatan, khususnya di  RSUD Yohanes Kupang, sangat mahal di mata rakyat miskin.

“Perda ini  menyebabkan massa rakyat, khususnya kalangan menengah dan miskin, sulit mengakses layanan kesehatan,” kata Ridwan.

Ridwan juga mengeritik layanan Rumah Sakit yang benar-benar komersil dan menapikan tugas melayani rakyat. “Rumah Sakit lebih mempersoalkan kemampuan pasien membayar, ketimbang tugasnya menyehatkan rakyat sesuai amanat konstitusi,” tegasnya.

Buah dari layanan kesehatan berorientasi profit ini, ungkap Ridwan, adalah meninggalnya seorang pasien miskin bernama Gregorius Seran (23) pekan lalu dan penolakan terhadap pasien bernama Viktoria (19) karena persoalan administrasi.

Selain menggelar aksi massa di kantor DPRD NTT, massa aksi LMND Kupang juga menggelar aksi massa di kantor Gubernur NTT. Mereka menuntut Gubernur NTT Frans Leburaya segera menyelesaikan persoalan ini.

Tak hanya itu, massa aksi LMND juga menuntut agar Direktur RSUD Yohanes Kupang segera dicopot dari jabatannya karena telah menelantarkan dan menyebabkan kematian pasien miskin.

Nandh U.S.Pekudjawa

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut