LMND Dan Repdem Minahasa Tolak Kenaikan Harga BBM

Puluhan massa aksi gabungan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Selasa (18/6/2013).

Aksi massa ini bertepatan dengan kunjungan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ke kampus Universitas Manado (Unima). Akhinya, massa aksi pun memusatkan aksinya di depan kantor pusat Unima.

Namun, kedatangan massa aksi ke kantor pusat Unima membuat pihak Rektorat kelabakan. Maklum, pihak Rektorat sedang menyiapkan penyambutan untuk Gita Wirjawan. Mahasiswa pun menolak kedatangan Gita Wirjawan karena dianggap menteri neoliberal dan bakal capres dari Partai Demokrat.

Sekretaris LMND Sulut, Evan Taarai, mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM tidak bisa dilepaskan dari agenda neoliberalisme di Indonesia. Menurutnya, tujuan terselubung di balik kenaikan harga BBM adalah liberalisasi sektor hilir migas Indonesia.

“Kenaikan harga BBM ini adalah kebijakan neoliberal. Ini hanyalah upaya membuka pintu bagi korporasi asing untuk ikut terlibat dalam bisnis penjualan BBM di Indonesia,” katanya.

Bagi Evan, kenaikan harga BBM, yang sudah berulangkali dilakukan oleh rezim SBY, hanyalah upaya untuk membawa harga BBM Indonesia selevel dengan harga pasar.

Evan mengungkapkan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia. “Beban ekonomi yang ditanggung rakyat akan semakin besar. Kemiskinan dan pengangguran akan semakin membesar,” paparnya.

Aksi ini sempat dihadang oleh puluhan satuan pengamanan kampus. Akibatnya, sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan pihak keamanan kampus.

Selain itu, pihak birokrasi kampus juga sempat menghalang-halangi aksi tersebut. Bahkan, sempat terjadi saling tarik-menarik megaphone antara mahasiswa dan pihak birokrat kampus. Namun, ketegangan itu berhasil diredam melalui dialog.

Jonatan Worotitjan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut