Ketum PRD: Ketimpangan Bukti Pancasila Belum Menang

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus “Jabo” Priyono mengatakan, kesenjangan sosial yang melebar dalam satu dekade terakhir membuktikan bahwa mandat Pancasila dan Konstitusi belum terwujud.

“Kesenjangan sosial itu bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi,” kata Agus Jabo saat memberi sambutan di acara deklarasi posko “Menangkan Pancasila” di Kantor KPP-PRD, di Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Dia melanjutkan, ketimpangan jelas mengingkari cita-cita bernegara, sebagaimana disampaikan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945, yaitu “semua buat semua”.

Dia pun mengutip laporan Bank Dunia tahun 2015, bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh 20 persen masyarakat terkaya. Sedangkan 80 persen atau sekitar 205 juta orang kurang mendapat manfaat.

“Kalau baca laporan OXFAM, kekayaan 4 orang terkaya Indonesia sama dengan gabungan kekayaan 40 persen atau 100 juta penduduk termiskin Indonesia,” paparnya.

Agus Jabo juga menyinggung ketimpangan penguasaan tanah di tanah air. Dia mencontohkan, sebanyak 5,1 juta hektar tanah di Indonesia dikuasai hanya 25 grup perusahaan sawit.

Sementara para petani, lanjut dia, hanya menguasai rata-rata 0,3-0,5 hektar tanah. Padahal, petani merupakan soko guru utama mewujudkan ketahanan pangan.

“Bagaimana kita bicara soal kemandirian pangan, kalau soko guru produksi pangan dijauhkan dari alat produksinya, yakni tanah,” paparnya.

Selain menghianati Pancasila, kata Agus Jabo, ketimpangan juga menghianati Konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945, yang mengharuskan pemanfaataan kekayaan alam dilakukan secara gotong-royong  oleh bangsa Indonesia untuk kemakmuran bersama.

“Kekayaan alam itu mestinya untuk kemakmuran sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat, bukan kemakmuran perorangan,” tegasnya.

Karena itu, Agus Jabo mengatakan, semangat PRD mengkampanyekan “Menangkan Pancasila” adalah mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengembalikan Pancasila sebagai filosofi berbangsa sekaligus leitstar yang memandu perjuangan bangsa menuju cita-citanya.

Selain itu, PRD juga mendesak Negara untuk menjamin hak dasar setiap warga Negara untuk mengakses pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pekerjaan yang layak.

“Bagi PRD, tanpa kesejahteraan dan keadilan sosial, kebhinekaan dan persatuan itu akan sangat rapuh,” tegasnya.

Acara peluncuran posko nasional “Menangkan Pancasila” diisi dengan diskusi yang menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dominggus Oktavianus (Sekjend PRD), Mayjen TNI (Purn) Dr. Tony SB. Hoesodo (Lemhannas RI), dan Taufik Basari (Nasdem).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut