Lemhannas RI: Pengamalan Pancasila harus melihat Kondisi Masyarakat

Mayor Jenderal TNI (Purn) Tony SB Hoesodo mengatakan, usaha pengamalan nilai-nilai Pancasila harus memperhatikan kondisi orang atau masyarakat setempat.

“Kondisi orang, manusianya, itu sangat mempengaruhi pengamalan Pancasila. Persyaratan manusia ini penting diperhatikan,” kata Tenaga Profesional (Taprof) Bidang Sosial Budaya Lemhannas RI itu dalam diskusi peluncuran Posko Nasional “Menangkan Pancasila” di kantor KPP-PRD, Rabu (20/9/2017).

Tony kemudian memaparkan dua tipologi budaya masyarakat, yakni masyarakat budaya barat dan timur. Masyarakat barat cenderung individualitas, sedangkan timur cenderung pada kolektivisme.

“Yang kita hadapi budaya timur, ada faktor kekerabatan, paguyuban, gotong-royong dan tolong-menolong. Itu karakter masyarakat kita,” jelasnya.

Faktor lain, lanjut Tony, adalah kondisi masyarakat Indonesia saat ini, yang terkategorikan generasi tua dan generasi digital. Generasi tua lahir di era pergeseran agraris ke industrialisasi, sedangkan generasi digital lahir di era tekhnologi.

Generasi digital, ungkap dia, sangat berbeda karakter dengan generasi tua, sehingga perlu cara atau metode khusus untuk merangkul mereka dalam mengamalkan Pancasila.

Dia pun membeberkan ciri-ciri khusus generasi digital, seperti kebebasan, kolaborasi, integritas, kecepatan, entertain, inovatif, dan rasa ingin bertanya yang tinggi.

“Generasi digital ingin hiburan bukan sekedar hiburan. Mereka belajar pun dengan hiburan itu,” paparnya.

Karena itu, Tony menegaskan, dalam upaya mengimplementasikan Pancasila di masyarakat, posko “Menangkan Pancasila” harus bisa menjangkau generasi tua dan generasi digital ini.

Dia juga berharap, Posko Menangkan Pancasila memperhatikan kondisi tiap daerah yang berbeda-beda. Sehingga perlu pembacaan dan metode khusus dalam sosialisasi Pancasila ke masyarakat di daerah tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat ini pun bercerita tengan pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kesederhanaan, empati terhadap sesama, hingga kerelaan berbagai kepada sesama yang kurang beruntung.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut