Kaos Merah “Rally” Untuk Peringati Empat Tahun Kudeta Militer

BANGKOK: Gerakan rakyat “kaos merah” kembali memenuhi jalan-jalan sejumlah kota besar di Thailand, khususnya dalam tiga hari terakhir ini, untuk memperingati empat tahun kudeta militer tahun 2006 dan empat bulan penindasan militer protes damai kaos merah.

Gerakan kaos merah di seluruh negeri meletakkan “bunga mawar” di depan penjara-penjara Thailand, untuk menuntut pembebasan 252 aktivis kaos merah di dalam penjara-penjara tersebut.

Pemimpin kunci Front Persatuan untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD), Jatuporn Prompan, menyatakan pada hari Jumat (17/9) bahwa kaos merah akan melakukan aksi meletakkan bunga di depan penjara-penjara negeri ini hingga seluruh kawan-kawan mereka dibebaskan.

Setelah menindas gerakan rakyat dengan senjata, pihak militer menangkap ratusan aktivis kaos merah dan pemimpinnya, sesuai dengan keputusan “darurat” yang dikenakan pada bulan April di 24 provinsi, termasuk Bangkok. Berdasarkan keputusan tersebut, para aktivis yang ditahan akan dikenai hukuman penjara dua tahun dan denda 40,000 baht.

Dipimpin oleh Somyos Prueksakasemsuk, pemimpin UDD dari fraksi grup demokrasi 24 Juni, aktivis UDD pada hari Sabtu (18/9) melepas 50 konvoi kendaraan yang melakukan rally di bagian utara Chiangmai.

Laporan  Nutthathirataa Withitwinyuchon kepada kantor berita Xinhua menyebutkan, “kendaraan itu membawa plakat yang bertuliskan tuntutan pembebasan seluruh aktivis kaos merah di seluruh penjara negeri.”

Dalam sebuah demonstrasi di Chiangmai, pada tanggal 19 September ini, aksi mendapat sorotan karena kehadiran saudara dari mantan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra dan mantan perdana menteri Somchai Wongsawat.

Massa kaos merah di Chiangmai, sambil menunggu untuk kegiatan malam, meluncurkan sebuah parade di pusat kota pada hari Minggu sore di tengah pengawasan ketat pasukan polisi.

Di ibukota Bangkok pada hari Minggu pagi, beberapa aktivis mahasiswa dan anggota UDD berkumpul di “monumen demokrasi” untuk menaruh rangkaian bunga dan membaca pernyataan mereka menuntut demokrasi dan menuntut pertanggung jawaban atas orang-orang yang tewas saat raaly di bulan Maret sampai dengan Mei.

Massa menyebar secara damai sebelum berkumpul di  persimpangan Rajprasong, di pusat bisnis Bangkok, dimana mereka mengenakan pita merah di sepanjang jalan. Hingga siang hari, media setempat melaporkan, bahwa sekitar 2000 orang sudah berkumpul di tempat tersebut.

Beberapa kegiatan yang hendak dilakukan, diantaranya, pelepasan balon dan menyalakan lilin. Dilaporkan, sedikitnya 20.000 balon akan di lepas ke udara, pembagian 100.000 pita merah, dan pembakaran lilin untuk mengenang peristiwa 19 Mei. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut