Jangan Cuma Reshufle, Ini Saran Aktivis Petisi 28

Aktivis Petisi 28 Haris Rusli Moti mengatakan hanya sistem dan persatuan nasional yg bisa menyelamatkan Indonesia. Karena itu, mantan Ketum Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menyarankan agar pemerintah tidak hanya melakukan reshufle saja.

“Bila hanya kocok ulang figur semata atau ganti orang semata, maka kita hanya mengulangi kesalahan Yunani. Hanya menunda menjalarnya kangker yg telah menggerogoti seluruh tubuh bangsa kita,” katanya, dalam siaran persnya kepada berdikarionline.com, Minggu (5/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan, seluruh ahli ekonomi dan keuangan di dunia sedang berkumpul mencari solusi untuk menyelamatkan Yunani. Namun, keadaan negeri para dewa itu justru makin tak terselamatkan.

Berdasarkan itu, ia menyarankan, pemerintah untuk menata ulang sistem negara sebagai infrastruktur dalam menggerakan pembangunan menuju tujuan. Dalam kata lain, kembali dulu ke sistem UUD 1945 yang asli untuk disempurnakan lagi.

“Terutama terkait pembatasan masa jabatan presiden, pembatasan ruang gerak berpendapat dan juga terkait peran militer yg terlalu dominan yang buat sebagian kita trauma,” tambahnya.

Menurutnya, Menggerakkan sebuah pembangunan menuju tujuan negara didirikan  adalah melalui sistem. Bukan semata program jangka pendek dan menengah.

“Sistem negara adalah infrastruktur paling primer dalam memberikan landasan pijakan dan bingkai dari pembangunan,” imbuhnya.

Karena itu, ia menilai, jika bangsa ini mau selamat, maka jangan hanya berpikir ganti figur. Tapi berpikirlah soal perombakan ulang sistem negara era reformasi yang telah berubah jadi virus ganas yang mematikan.

“Kita mempersoalkan SBY selama 10 tahun jadi presiden, menentang dan bahkan mencaci maki,  karena orientasi SBY tak menata ulang sistem negara, hanya berorientasi pada  mempertahankan kemapanan kekuasaannya melalui berbagai cara, legal hingga ilegal,” paparnya.

Hal yang sama juga berlaku pada Presiden Joko Widodo. Haris bilang jika mantan Gubernur Jakarta itu tak berkehendak menata ulang sistem negara kembali ke UUD 1945 untuk disempurnakan, maka kemungkinan nasibnya bisa lebih buruk dari SBY. “Pak Jokowi bisa  tenggelam duluan sebelum bangsa ini tenggelam,” ujarnya.

“Pak Joko Widodo bisa dimangsa oleh sistem reformasi yg virus  kangkernya sangat ganas. Kayak Yunani, siapapun Presiden dan Menkeu nya, sehebat apapun Presiden dan Menkeu nya, pasti jadi korban dimangsa oleh sistem yg ganas,” kata Haris.

Tedi CHO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut