Inilah 3 Masalah Pokok Kelistrikan Nasional

Listrik adalah kebutuhan dasar sebuah bangsa. Sayang, kendati sudah 70 tahun merdeka, Indonesia belum juga menyelesaikan persoalan kelistrikan itu.

Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia Wahida Baharuddin Upa membeberkan tiga persoalan mendasar kelistrikan nasional sekarang ini. Apa saja itu?

Pertama, belum semua Rakyat Indonesia bisa mengakses dan menikmati layanan listrik. Merujuk ke data resmi, tingkat keterjangkauan listrik (rasio elektrifikasi) di wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2014 baru mencapai 84,35 persen.

“Di Papua, rasio elektrifikasi masih di bawah 50 persen,” ungkap Wahida kepada berdikarionline.com, di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Kedua, Biaya pokok produksi (BPP) listrik Indonesia termasuk yang termahal di dunia, yakni Rp 1300 per kilowatt hour (kwh). Penyebabnya, kata dia, PLN menggunakan bahan bakar yang cukup mahal, yaitu bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, Pemerintah tidak punya politik energi yang sinkron dan mengabdi pada kepentingan nasional.

Dia mencontohkan, sampai saat ini PLN masih menggunakan bahan bakar minyak. Akibatnya, kata dia, biaya produksi listrik menjadi sangat mahal dan PLN mengalami inefisiensi.

Padahal, lanjut dia, Indonesia kaya dengan gas dan batubara. Sayangnya, kekayaan gas dan batubara itu tidak dipakai untuk kepentingan nasional.

“Politik energi kita seharusnya memastikan ketersediaan dan pasokan bahan bakar untuk pembangkit PLN. Masalahnya, hampir semua produksi gas dan batubara kita dikuasai oleh korporasi asing,” tegasnya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut