GMNI: Kabinet Jokowi-JK Harus Memahami Trisakti Bung Karno

GMNI.jpg

Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),  Twedy Noviady Ginting, menilai kabinet Jokowi-JK akan kesulitan mewujudkan Nawacita, khususnya kedaulatan pangan dan energi.

“Mencermati nama-nama yang masuk dalam bursa menteri kabinet Jokowi-JK, maka bisa dipastikan Nawacita khususnya kedaulatan pangan dan energi ‎mustahil tercapai,” kata Twedy Noviady melalui siaran pers, Jumat (24/10/2014).

Menurutnya, syarat calon menteri seharusnya tidak hanya cukup ‎bebas  dari korupsi, tetapi juga harus paham Trisakti Bung Karno. Dengan begitu, Nawacita Jokowi-JK bisa diwujudkan.

“Bila calon menterinya hanya bebas korups, tetapi tidak memperjuangkan Trisakti Bung Karno, Indonesia belum tentu mencapai kedaulatan pangan dan impor pangan,” tegasnya.

Karena itu, menurut dia, apabila Jokowi ingin mewujudkan Trisakti Bung Karno dan Nawacita, khususnya di ekonomi, pangan, energi, maka syarat mutlak calon menterinya adalah harus memahami Trisakti Bung Karno.

Jika seorang Menteri memahami Trisakti Bung Karno, lanjut Twedy Noviady, maka bisa dipastikan menteri bersangkutan akan memiliki patriotisme di sektor pangan, energi, dan ekonomi.

“Patriotisme menjadi nyawa perjuangan setiap menteri ‎dalam kabinet Jokowi-JK,” tandasnya.

Selanjutnya, tambah dia, calon Menteri di Kabinet Jokowi-JK harus punya track record yang baik, bebas korupsi, kompetensi, dan memiliki integritas.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Mardika

    Konsep Trisakti: Berkepribadian dalam Kebudayaan, Berdaulat dalam Politik, dan Berdikari dalam Ekonomi, akan mudah mewujud bila diutamakan atau dimulai lebih dulu dari perbaikan kebudayaan. Baru kemudian politik, lalu ekonomi.

    Pengertian budaya dalam hal ini bukan sebatas pada pameran tarian atau mencintai kesenian tradisional. Tapi penting dipahami lagi bahwa budaya berasal dari kata budi dan daya.
    Budi berarti kebaikan, sedangkan daya berarti kekuatan.
    Maka budaya artinya “kebaikan yang kuat”. Ini yang harus kita bangun terlebih dahulu. Tanpa itu maka perbaikan dalam hal politik dan ekonomi pun menjadi sulit atau bahkan nisbi.

    Tanpa budaya maka korupsi akan tetap mewadah, sedangkan dalam hal ekonomi kita masih kalah telak sama kapital global.

    Dan satu hal, kebudayaan akan tumbuh bila kita mampu mengatasi yang ini:
    https://www.facebook.com/pembangunanmanusiapancasila/photos/a.605963849479848.1073741828.442494919160076/726396977436534/?type=1&theater