Camila Vallejo-Pemimpin Gerakan Mahasiswa Chile-Bangga Sebagai Komunis

Menjadi seorang komunis tentu sesuatu yang menakutkan di Indonesia. Anda tidak hanya mendapat stigma negatif, tetapi juga akan berurusan dengan aparat kekerasan negara. Padahal, banyak pendiri bangsa (founding father) yang mengaku pernah belajar dan terpengaruh oleh marxisme.

Tetapi tidak demikian dengan di Chile. Di sana, kendati pernah diperintah rejim Pinochet yang anti-komunis, ideologi yang didasarkan pada ajaran Karl Marx ini mendapat tempat di hati rakyat. Sebelum berkuasanya si fasis Pinochet, Chile diperintah oleh seorang presiden berhaluan komunis, Salvador Allende.

Hari ini, di tengah-tengah kebangkitan gerakan mahasiswa, ide-ide komunis sangat mempengaruhi para aktivis mahasiswa. Salah satunya adalah Camila Vallejo, Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (Confech).

Selain aktif di organisasi formal kampus itu, Vallejo juga adalah seorang militan dari organisasi pemuda komunis (JJCC). Kedua orang tuanya, Reinaldo Vallejo dan Mariela Dowling, adalah anggota Partai Komunis Chile.

Suatu hari, dalam sebuah wawancara dengan wartawan asing, Camila Vallejo ditanya sikapnya terhadap ide komunis. Perempuan berparas cantik ini pun menjawab: “Ide komunis hari ini punya signifikansi nyata untuk membuat mereka masuk akal dalam konteks kebangkitan rakyat.”

Vallejo juga mengatakan bahwa “kesenjangan di Chile tidak bisa berlangsung lebih lama lagi, tidak berkelanjutan, dan rakyat tidak mentolerir lagi”.

Oleh karena itu, katanya, ada kebutuhan membangkitkan kesadaran, tapi juga untuk menganalisa apa penyebab ketidakmerataan dan memeranginya secara terorganisasi. “Itu adalah apa yang kami usulkan, sepanjang sejarah, sebagai komunis,” ujarnya seperti dikutip oleh inSurGente.org.

Bahkan, lebih lanjut Vallejo mengungkapkan perasannya sebagai seorang komunis: “Jika mereka bertanya apa yang anda rasakan menjadi komunis saat ini, aku katakan: lebih masuk akal dari sebelumnya, aku sangat bangga menjadi komunis saat ini.”

Kecantikan Camila Vallejo di tengah gelombang aksi massa menjadi sorotan dunia, bahkan menghiasai media-media mainstream barat. Tetapi pemimpin muda karismatik ini mengaku tidak terpengaruh. Entah karena ia seorang komunis, Camila Vallejo tidak terseret pada gaya “selebritisme” media massa itu. Ia memilih tetap konsen terhadap perjuangannya.

Ia juga tidak gentar ketika ancaman pembunuhan silih berganti dialamatkan pada dirinya. Seringkali ancaman itu datang melalui SMS, Telpon, ataupun twitter. Akan tetapi, mahasiswa jurusan geografi ini tetap saja muncul di barisan terdepan pawai-pawai ratusan ribu, bahkan jutaan, mahasiswa dan rakyat Chile di kota Santiago.

Di meja perundingan pun Vallejo dikenal bak singa dan non-kompromis. Karena itu, namanya pun melonjak menjadi aktivis mahasiswa paling populer di Amerika latin saat ini. Selain pernah diundang langsung bertemu dengan Presiden Sebastian Pinera (Chile), Vallejo pernah pula diajak bertemu dengan Presiden Brazil Dilma Roussef.

Dan, karena itu, Alvaro Garcia Linera, wakil Presiden Bolivia yang pernah jadi gerilyawan Marxist itu, memuji sepenuh hati kepimpinan Camila Vallejo. “Anda perlu bicara tentang kejadian di Argentina, Brazil dan Chile….disana pemimpin muda dan cantik memimpin kaum muda dalam pemberontakan besar.”

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Andreas Kusumajaya

    Cantik, Pintar dan juga Komunis! Mantapppppp!! Viva La Allende!! Viva La Comunista!! Latino America Unite!!! Urrraaaaaaaaaaa!