Buruh Yogyakarta Gugat Upah Murah Dan Sistem Kontrak

Peringatan Hari Buruh Sedunia di Yogyakarta melibatkan tidak kurang dari 600-an orang buruh dan mahasiswa. Mereka merupakan gabungan dari berbagai aliansi serikat buruh, seperti Aliansi Rakyat Yogyakarta (ARY), Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Sebagian besar massa terkonsentrasi di jalan Malioboro Yogyakarta. Jalan ini berubah menjadi tempat pertunjukan berbagai aksi teatrikal dan pertunjukan seni. Seiring dengan itu, orasi politik juga tak henti-hentinya membakar semangat massa.

Isu utama yang diusung oleh gerakan buruh di Yogyakarta adalah perlawanan terhadap politik upah murah dan sistim kerja kontrak. Bagi kaum buruh, upah tidak layak telah membuat kehidupan mereka tambah sulit.

Rupanya, upah tidak layak ini juga dirasakan oleh jurnalis. Lewat payung organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), para jurnalis menyampaikan kondisi upah mereka yang tidak layak. Bahkan ada pengusaha media di Yogyakarta yang membayar pekerjanya di bawah Upah Minimum.

Sistem kerja kontrak juga mengancam kehidupan para jurnalis. Pasalnya, banyak pengusaha memilih memperkerjakan para jurnalis dengan mekanisme kerja kontrak dan hal tersebut menyebabkan tidak ada kepastian kerja.

Isu lain yang diangkat gerakan buruh di DIY adalah soal perlawanan terhadap usaha pemberangusan serikat buruh. Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

ISNAWATI PUJAKESUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut