Buruh PT. BDM Tuntuk Hak-Haknya Dipenuhi

Palu Timur-20140303-00410.jpg

Puluhan buruh PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) yang tergabung dalam Gerakan Buruh Morowali (GBM) menggelar aksi massa di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulawesi Tengah, Senin (3/3/2013).

Dalam aksinya, buruh PT. BDM menuntut pihak Disnaker membela hak-hak kaum buruh sesuai UU Ketenagakerjaan. “Kami menuntut hak-hak kami yang telah dilanggar oleh pihak perusahaan,” kata koordinator aksi, Asnan.

Menurut Asnan, pelanggaran hak-hak buruh bermula saat PT. BDM memaksa buruhnya di divisi Heavy Equipment (HE) menjadi divisi reklamasi (nursery). Namun, karena para buruh merasa tidak punya keahlian di divisi barunya, mereka pun menolak.

Ironisnya, kata Asnan, penolakan itulah yang menjadi alasan perusahaan untuk memaksa para buruh untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. “Kalau kami menolak, kami akan dianggap mengundurkan diri dan tidak mendapat pesangon,” ujarnya.

Asnan menegaskan, tindakan perusahaan tersebut jelas menyalahi aturan dalam UU Ketenagakerjaan. “Seharusnya, jika merujuk ke UU, tindakan PT. BDM itu masuk kategori PHK sepihak dan pihak buruh berhak mendapat pesangon,” katanya.

Dalam aksinya, buruh PT. BDM ini diterima oleh perwakilan Disnaker. Dalam dialog itu pihak Disnaker akan mengambil tindakan jika perusahaan memang terbukti melanggar UU.

Irwan Wawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut