Demi Martabat Venezuela, Venezuela Dan Kolombia Memutuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Chavez memerintahkan kesiagaan penuh di perbatasan Venezuela dengan Kolombia setelah pemerintahan Alvaro Uribe membuat tuduhan keras terhadap Venezuela yang mengklaim bahwa pemerintahan Chavez melindungi para teroris dan kamp-kamp pelatihan teroris.

Pada hari Kamis, Alvaro Uribe, pemerintahan yang sebentar lagi masa jabatannya  akan berakhir,  memberikan presentasi yang memalukan dihadapan negara-negara anggota Organisasi Negara Amerika (OAS). Hal ini mengingatkan pada  tudingan Colin Powell mengenai bukti kekuatan “Senjata pemusnah massal” yang ditunjukan pada tahun 2003 dihadapan Dewan Keamanan PBB sebagai alasan untuk membenarkan perang di Irak.

Kolombia menduga bahwa Venezuela sedang menyembunyikan”Teroris” Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) serta menjadi tuan rumah beberapa “kamp-kamp pelatihan teroris” di dekat wilayah perbatasan yang membagi kedua wilayah negara tersebut.

Selama sesi luar biasa yang diselenggarakan di markas OAS di Washington pada hari Kamis tersebut, atas permintaan dari pemerintah Uribe, duta besar Kolombia untuk OAS, Luis Alfonso Hoyos, mempertunjukan televisi dan video foto yang diduga diambil dari komputer yang disita selama Invasi ilegal di wilayah Ekuador, 1 Maret 2008, yang  mengakibatkan kematian pemimpin FARC Raul Reyes dan 12 warga negara lainya. Hoyos juga menunjukan beberapa display komputer-yang berisi peta dan foto-foto yang diduga anggota FARC, yang mana menurutnya diambil di dalam wilayah Venezuela.

Tidak Ada  Bukti Yang Nyata

Namun tidak ada gambar yang otentik ataupun teruji yang dapat diandalkan oleh setiap sumber kecuali oleh pemerintahan Kolombia. Kolombia juga menggunakan peta gambar satelit, beberapa diambil dari Google Earth, untuk menunjukkan dugaan “Koordinat/ titik-titik” keberadaan anggota FARC di Venezuela. Selanjutnya, foto-foto yang ditunjukan oleh Hoyos tidak memiliki sumber identifikasi tanggal atau waktu, dan hanya menunjukkan dugaan anggota FARC dan ELN di berbagai hutan dan daerah pantai.

Venezuela dan Kolombia sama-sama mendiami sebuah wilayah hutan basah, yaitu  diantara perbatasan hutan dan pegunungan dan kedua negara tersebut sama-sama memiliki pantai Karibia; vegetasi, iklim dan pemandangan yang sama .

Duta besar Venezuela untuk OAS, Roy Chaderton mengatakan bahwa foto yang tampak  tersebut sepertinya diambil   di Kolombia. “Menurut saya, gambar Yang terlihat tersebut seperti pantai di Santa Marta,” Balas Chaderton, setelah Hoyos mengklaim foto anggota FARC yang sedang minum bir di pantai itu diambil di Chichirivichi, sebuah kota pantai Venezuela.

“Tidak ada bukti, tidak ada bukti secuil apapun sebagaimana foto-foto tersebut diambil,” kata Chaderton. Ia  menambahkan, bahwa bukti yang ditunjukan oleh Kolombia sangat  membingungkan, tidak tepat dan tidak meyakinkan.

Tentara Venezuela memeriksa dan meneliti lokasi serta koordinat/titik yang ditetapkan oleh pemerintah Uribe secara menyeluruh pada hari Kamis, namun tidak menemukan adanya dugaan persembunyian teroris, atau kehadiran gerilyawan sebagaimana diklaim oleh Kolombia. Setelah tiba di titik koordinat pertama, sesuai yang ditunjukkan dalam laporan Kolombia, yang diidentifikasikan sebagai dugaan tempat persembunyian teroris alias Ruben Zamora, tentara Venezuela justru menemukan pertanian pisang, tanaman yucca dan jagung. Koordinat  kedua yang merupakan dugaan tempat persembunyian komandan FARC, Ivan Marquez, ternyata hanya sebuah lapangan yang luas tak  terstruktur atau tidak ada siapa pun atau apa pun.

Intervensi Internasional

Selama dua jam lamanya presentasi menjenukan itu, Hoyos menyerukan intervensi internasional untuk memeriksa tempat persembunyian di Venezuela dan memberikan ultimatum selama 30- hari kepada Venezuela. “Kolombia meminta anggota komisi internasional, termasuk semua anggota OAS, pergi ke Venezuela dan memeriksa masing-masing tempat persembunyian dan koordinat para teroris untuk melihat kebenarannya,” kata Hoyos.

Ia pun menambahkan, kami memberikan  waktu selama 30 hari kepada pemerintah Venezuela, meskipun ia pun tidak menentukan apa yang akan terjadi sesudahnya. Hoyos juga menuduh pemerintah Venezuela memfasilitasi perdagangan narkoba, pencucian uang, perdagangan senjata ilegal, serangan terhadap angkatan bersenjata Kolombia dan bahkan lebih jauh lagi menuduh Pemerintahan Chavez menunjukkan kekuasannya, merepresi kebebasan berekspresi, menghina pemerintah negara lain, dan melanggar prinsip-prinsip demokrasi.

Pada saat yang sama, Hoyos mengatakan bahwa pemerintah-nya enggan untuk mendengarkan atau menanggapi setiap tuduhan, penghinaan atau pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah Venezuela.

Posisi Kolombia merupakan gaung dari Washington, yang menuduh Venezuela menyembunyikan dan memberikan perlindungan kepada anggota FARC selama tujuh tahun yang lalu. Namun, pemerintah AS juga telah gagal membuktikan klaim tersebut, dan sering membuat laporan kontradiktif yang menunjukan kurangnya bukti yang kuat.

Pada bulan Maret 2010, Kepala Jenderal Southern Command  US (SOUTHCOM), Douglas Fraser mengatakan bahwa ia tidak melihat bukti adanya hubungan antara Venezuela dan FARC. “Kami belum melihat adanya hubungan khusus yang dapat saya pastikan mengenai adanya hubungan langsung antara pemerintah Venezuela dengan teroris,” ungkap Fraser selama hearing dihadapan Komite Senat Angkatan Bersenjata  AS.

Namun, keesokan harinya, di hadapan Pers, Jenderal Fraser menyatakan hal yang bertentangan dengan pernyataannya sendiri. Memang jelas ada bukti sejarah yang didokumentasikan dan berkelanjutan mengenai hubungan antara Pemerintah Venezuela dan FARC.

Mungkin, Fraser merujuk pada pemerintahan Venezuela sebelumnya seperti Carlos Andres Perez (1989-1993) atau Rafael Caldera (1994-1998), yang sebenarnya telah menyiapkan kantor bagi FARC di istana presiden. Presiden Chavez menutup kantor tersebut ketika dia memasuki kantor kepresidenan pada awal tahun 1999. Atau mungkin Jenderal Fraser merujuk kepada permintaan khusus yang dibuat oleh kedua Presiden Kolombia, Andres Pastrana dan Alvaro Uribe, terhadap Chavez untuk menengahi pembebasan sandera yang dilakukan oleh FARC.

Berdasarkan ungkapan  dan kebijakan yang penuh dari Presiden Alvaro Uribe, dan berdasarkan permintaan atas nama pribadinya, pada bulan September 2007, Presiden Chavez menerima peran sebagai mediator untuk membebaskan beberapa sandera yang dilakukan oleh FARC di dalam Wilayah Kolombia. Untuk alasan itulah, Chavez bertemu dengan komandan FARC, Ivan Marquez, dan meyakinkan pembebasan Clara Rojas dan Consuelo Gonzalez pada bulan Januari tahun 2008

Akan tetapi sebaliknya, pemerintah Venezuela secara konsisten dan berulang-ulang membantah akan adanya keterkaitan atau dukungan yang diberikan kepada FARC atau kelmopok bersenjata liar lainnya, baik yang berasal dari Kolombia atau pun dari wilayah lainnya.

Pemutusan Hubungan

Setelah presentasi Kolombia dihadapan OAS, Presiden Chavez mengumumkan secara tegas akan retaknya hubungan Kolombia dan Venezuela. “Dengan sangat bersedih hati saya mengumumkan bahwa kita akan memutuskan semua hubungan dengan Kolombia. Kita tidak punya pilihan lain demi mempertahankan martabat dan kedaulatan kita.”

Chavez juga memerintahkan pasukannya untuk mengamankan seluruh daerah perbatasan. “Saya telah memerintahkan agar melakukan siaga penuh di perbatasan kita. Uribe adalah mafia danpembohong, dan mampu melakukan apa saja “, katanya, mengingat bagaimana Uribe memerintahkan invasi di wilayah Ekuador pada tahun 2008 dan kemudian berbohong kepada Presiden Rafael Correa tentang apa yang telah terjadi.

Venezuela menuding Kolombia gagal menyelesaikan konflik internalnya sendiri, termasuk perang sipil 60 tahun lama yang telah berdampak negatif terhadap negara tetangga dengan kekerasan, dan perdagangan narkoba yang menyebar di perbatasan. Lebih dari 4 juta orang Kolombia, melarikan diri dari kekerasan di negara mereka, dan akhirnya tinggal di Venezuela sampai saat ini.

Pertunjukan Kolombia nampaknya menjadi upaya provokasi perang  terhadap Venezuela. Tahun lalu Colombia membuka wilayahnya untuk tujuh pangkalan militer AS, yang didasarkan pada kesepakatan yang menyatakan bahwa Angkatan Udara AS sangat diperlukan dalam rangka melakukan “spektrum operasi militer penuh”di seluruh Amerika Selatan, memerangi ancaman anti-pemerintah Amerika pemerintah di wilayah tersebut.

*) Diterjemahkan dari Correo del Orinoco Edisi Inggris, Jumat 23 Juli 2010 hal. 3

*) Diterjemahkan oleh Oleh Rismayanti Priyanita

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut