Sudah 49 Anak Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2015

Laporan terbaru Defence for Children International organization menuding tentara Israel telah membunuh sedikitnya 49 orang anak-anak Palestina sejak Oktober 2015 lalu. 17 orang diantaranya adalah anak-anak perempuan.

“Pembunuhan terus berulang, penembakan anak oleh tentara Israel, dan mencegah paramedis memberikan bantuan medis kepada mereka adalah bentuk pembunuhan ekstrayudisial,” kata organisasi tersebut seperti dikutip middleeastmonitor.com, Rabu (17/2/2016).

Organisasi itu juga mencatat, sudah 180 orang Palestina yang tewas sejak kerusuhan dan protes anti-pendudukan meletus di Tepi Barat pada Oktober 2015 lalu. Para pengamat menyebut ledakan perlawanan itu sebagai “intifada ketiga”.

Lebih lanjut, kata organisasi itu, penghindaran dari penghukuman menyebabkan tentara Israel terus membunuh orang-orang Palestina, termasuk anak-anak. Bahkan, tidak ada penyelidikan yang nyata atas kasus-kasus tersebut.

Ditambah lagi, Knesset—parlemen Israel—baru-baru ini mengesahkan Undang-Undang baru yang membolehkan tentara Israel menggunakan peluru tajam terhadap demonstran yang bersenjata atau melemparkan batu.

Padahal, sebelumnya tentara Israel hanya diperbolehkan melepaskan tembakan ketika dalam situasi berbahaya. Namun sekarang, di bawah UU baru tersebut, tentara Israel boleh menembak pejuang palestina yang melemparkan batu.

Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Israel telah membunuh sejumlah pemuda Palestina yang dituding berusaha menyerang pos-pos penjagaan Israel di Tepi Barat. Padahal, Tepi Barat berada di bawah naungan Otoritas Palestina.

Nah, kalau Israel membunuhi Palestina tanpa hukuman, apa reaksi pembaca sekalian?

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid