Satu Tahun Jokowi-JK: Mahasiswa Lampung Tuntut Jokowi-JK Dinasionalisasi

Ada yang menarik dari aksi mahasiswa merespon satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, Rabu (21/10/2015), kemarin. Di barisan depan massa aksi terdapat spanduk bertuliskan: Nasionalisasi Jokowi.

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Pemuda Lampung (AGPL) ini menilai, setelah satu tahun memegang tampuk kekuasaan, Jokowi-JK semakin menjauh dari janji Trisakti dan Nawacita.

Sebaliknya, menurut mereka, pemerintahan Jokowi-JK justru semakin menyengsarakan rakyat. “’Hari ini, Lampung menggugat! Nawacita yang didengungkan pemerintah Jokowi jauh panggang dari api. Banyak kebijakan yang kurang tepat dan jauh dari target,” ujar Koordinator Aksi, Nardilin, dalam orasinya.

Aktivis BEM Universitas Lampung (Unila) ini juga mengungkapkan, setahun di bawah pemerintahan Jokowi-JK, perekonomian Indonesia merosot, rupiah anjlok, harga kebutuhan pokok meninggi, dan pencabutan subsidi sosial.

Kritikan yang hampir sama juga disampaikan oleh Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bandar Lampung, Ricky Satriawan. Menurut dia, kesulitan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini akibat inkonsistensi Jokowi-JK dalam melaksanakan Trisakti dan Nawacita.

“Pembangunan ekonomi yang harusnya dibangun secara mandiri malah dilemparkan ke investor asing, pemerintah kian menghamba pada modal asing. Kami meminta sebelum menambah deretan kebohongan, sebaiknya nasionalisasikan dahulu jiwa dan pikiran Jokowi-JK agar kembali berpegang pada hakekatnya bekerja untuk  kemajuan bangsa ini,” ujar Ricky.

Dia juga menambahkan, pemerintah harusnya sadar untuk melakukan perubahan yang nyata, yang sejalan dengan semangat dan cita-cita Trisakti, sehingga kita punya fondasi yang kuat sebagai bangsa.

Aksi massa AGPL ini memulai aksinya dari Mall Ramayana Tanjung Karang, kemudian berjalan kaki menuju Bundaran Gajah Enggal, sekitar pukul 16.30 WIB.

Adapun organisasi yang tergabung dalam aliansi ini adalah: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila), Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (BEM Polinela), Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Bandar Lampung (EK LMND Balam), Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Bandar Lampung (PC KMHDI Balam).

Selain berorasi, mahasiswa juga menyampaikan beberapa tuntutan yang dijuluki Asta Tuntutan Pemuda (Astatuda), sebagai berikut :

1. Nasionalisasi tambang asing;
2. Bangun industri nasional;
3. Stop utang luar negeri;
4. Tegakkan hukum;
5. Realisasikan Trisakti dan Nawacita;
6. Perkuat ketahanan dan setop impor pangan;
7. Tingkatkan pelayanan publik;
8. Nasionalisasi Jokowi.

Aksi itu berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah mahasiswa serentak meneriakkan tuntutan Astatuda tersebut.

DEVIN AERANSYAH

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid