Posko Menangkan Pancasila Di Sulteng Siap Advokasi Persoalan Rakyat

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Sulawesi Tengah baru saja mendeklarasikan Posko Menangkan Pancasila, Rabu (27/9/2017).

Nantinya, posko yang beralamat di jalan Mangunsarkoro, kecamatan Besusu Timur, kota Palu itu tidak hanya menjadi pusat konsolidasi dan diskusi Pancasila, tetapi juga menerima aduan-aduan dari masyarakat.

“Posko Menangkan Pancasila ini akan menerima aduan dari masyarakat yang belum mendapatkan keadilan,” kata Koordinator Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah, Azman Asgar, kepada berdikarionline.com, Kamis (28/9/2017).

Azman melanjutkan, posko yang dipimpinnya juga akan menyiapkan pendampingan hukum terhadap masyarakat menengah kebawah ketika akan berhadapan dengan perkara hukum yang menderanya.

Menurut dia, usaha menyelesaikan persoalan rakyat, apalagi jika dengan jalan demokratis atau musyawarah, merupakan upaya impelementasi nilai-nilai Pancasila.

Nantinya, lanjut Asman, posko serupa dibuka di tiap kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah, mulai dari Kabupaten Buol, Parimo, Poso, Ampana, Luwuk Banggai, Morowali, Morowali utara, Dongggala, Sigi dan kota Palu sendiri.

Asman menegaskan, posko tersebut akan rutin menggelar kegiatan sosialisasi dan diskusi soal Pancasila, termasuk mengajak partisipasi masyarakat luas.

Aduan Masyarakat Morowali Utara

Hanya beberapa saat setelah deklarasi, Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah sudah menerima aduan dari petani Morowali Utara.

Mereka mengadukan PT Agro Nusa Abadi, anak perusahaan Astra Group, yang dituduh telah merampas lahan milik petani.

“Ini lahan milik masyarakat yang ikut program transmigrasi 1988-1989. Dan di tahun 1992 sudah diterbitkan sertifikat atas lahan tersebut. Tetapi tiba-tiba dicaplok oleh PT ANA di tahun 2006,” jelas Azman.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Azman bersama aktivis Serikat Tani Nasional (STN) mengadu ke Onbudsman Sulawesi Tengah, Kamis (28/9) siang.

“Kami melihat ada praktek maladministrasi antara PT ANA dan BPN Sulteng dalam kasus ini,” ungkapnya.

Azman menegaskan, posko Menangkan Pancasila akan terus mengawal kasus konflik agraria yang mengorbankan petani ini hingga tuntas.

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid