LMND Halsel Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Meski berjumlah hanya sedikit, mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Halmahera Selatan tetap bersemangat saat menggelar aksi memperingati Hari Tani Sedunia, Selasa (26/9/2017).

Mereka memulai aksinya di Tugu Ikan. Selain membentangkan spanduk dan menancapkan beberapa buah bendera, mereka menggelar mimbar bebas.

“Sekarang ini terjadi ketidakadilan agraria yang luar biasa. Sebagian besar tanah dikuasai hanya segelintir orang kaya atau korporasi,” ujar Sardi Hongi, aktivis LMND yang juga Koordinator Posko Menangkan Pancasila Kabupaten Halmahera Selatan.

Menurut Sardi, penguasaan tanah dalam skala luas oleh korporasi menyingkirkan petani. Akibatnya, banyak petani yang terdesak menjadi petani gurem dan petani tak bertanah.

Dia mencontohkan, ada perusahaan sawit asal Jepang, PT Korindo, yang mendapat HGU seluas 11.003,09 Ha di Gane Barat Selatan dan Gane Timur Selatan.

“Perusahaan sawit itu merampas tanah warga setempat tanpa ganti rugi. Juga membawa kerusakan ekologi dan menimbun anak-anak sungai yang airnya menghidupi penduduk,” ungkapnya.

Sardi menegaskan, kehadiran PT Korindo lebih banyak merugikan masyarakat ketimbang membawa untung. Karena itu, dia menuntut pemerintah setempat berani menghentikan aktivitas PT Korindo.

Selain menggelar mimbar bebas di Tugu Ikan, massa LMND ini juga menggelar mimbas bebas dan pembagian selebaran di pasar ikan Tembal.

Saiful Laode

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid