Petisi Untuk Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Diluncurkan

Komentar bernada rasis yang dilontarkan Aung San Suu Kyi usai diwawancara oleh presenter acara BBC Today, Mishal Husai, terus menuai kecaman.

Sebuah petisi yang diprakarsai oleh puluhan tokoh dan aktivis di change.org menuntut penghargaan Nobel yang diberikan kepada Suu Kyi di tahun 2012 segera dicabut.

Komentar Suu Kyi berbunyi: “Tak ada yang memberi tahu bahwa saya akan diwawancarai oleh seorang muslim.” Saat itu, Suu Kyi kesal karena pertanyaan yang diajukan oleh Mishal Husein menyinggung penderitaan yang dialami umat muslim di Nyanmar.

Bagi penggalang petisi, komentar tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang pejuang demokrasi dan peraih penghargaan Nobel Perdamaian.

“Pernyataan Suu Kyi yang bernada rasis barangkali hanya satu kalimat namun maknanya sangat mendalam bagi setiap orang yang mencintai perdamaian,” tulis petisi tersebut.

Petisi itu juga mempersoalkan sikap pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu yang tidak mengeluarkan pernyataan apapun terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dialami oleh etnis minoritas muslim Rohingya.

Padahal, selama tiga tahun terakhir lebih dari 140 ribu etnis muslim Rohingya hidup sengsara dikamp pengungsi di Myanmar dan di berbagai negara.

“Apa yang salah dari seorang Muslim, Suu Kyi? Bukankah Demokrasi dan Hak Asasi Manusia mengajarkan untuk menghormati setiap perbedaan keyakinan dan menjunjung tinggi persaudaraan,” tulis petisi tersebut.

“Apapun agamanya, harusnya Suu Kyi dan kita semua harus tetap saling menghormati setiap orang dan tidak bertindak diskriminatif sebagai sesama manusia.”

Petisi itu menegaskan, sebagai pejuang demokrasi, pernyataan bersifat rasis sungguh tidak pantas diucapkan karena merusak nilai-nilai demokrasi yang menghargai perbedaan keyakinan dan perbedaan.

Apalagi sebagai peraih Nobel Perdamaian, pernyataan rasis justru membuat perdamaian menjadi semu, memunculkan sikap saling curiga bahkan konflik.

“Jika penerima Nobel tidak bisa menjaga perdamaian, maka demi perdamaian dan persaudaraan sudah selayaknya perhargaan yang diterimanya harus dikembalikan atau dicabut oleh Komite Nobel,” demikian penegasan petisi tersebut.

Mereka menuntut agar Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi.

“Hanya mereka yang sungguh-sungguh menjaga kedamaian yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian,” tegasnya.

Jika anda setuju dengan petisi tersebut, anda bisa meneken petisi itu di sini. Hingga Senin (28/3) malam, petisi itu sudah diteken oleh 16.700 orang.

Untuk diketahui, wawancara Suu Kyi dengan Mishal Husein terjadi di tahun 2014. Komentar usai acara itu muncul di sebuah buku biografi berjudul The Lady and The Generals — Aung San Suu Kyi and Burma’s Struggle for Freedom, yang ditulis oleh jurnalis The Independent, Peter Popham.

Risal Kurnia

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid