Pendidikan Gratis Dari SD hingga Perguruan Tinggi Dinilai Strategis Untuk Peningkatan SDM

Jakarta, Berdikari Online — Gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan negeri gratis mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi mendapat dukungan dari Founder Institut Kedaulatan Bangsa, Samsudin Saman.

Menurut Samsudin, akses pendidikan yang terjangkau dan merata merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan sosial bagi masyarakat.

“Saya mendukung penuh langkah Presiden Prabowo. Pendidikan negeri dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi harus gratis. Negara harus memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan hanya karena persoalan biaya,” ujar Samsudin.

Ia mengatakan, pendidikan gratis tidak semata-mata berkaitan dengan penghapusan biaya sekolah atau kuliah. Lebih dari itu, kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan.

Menurut dia, anak-anak dari keluarga petani, nelayan, buruh, pekerja, hingga masyarakat berpenghasilan rendah harus memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Samsudin menilai kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi faktor utama yang menentukan masa depan seorang anak. Dengan akses pendidikan yang semakin luas, mobilitas sosial masyarakat juga diharapkan dapat meningkat.

“Jangan sampai kemampuan ekonomi orang tua menentukan masa depan seorang anak. Negara harus hadir. Kita tidak hanya membutuhkan pendidikan gratis, tetapi juga pendidikan gratis yang berkualitas,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis perlu dilakukan secara bertahap dan disertai dengan perencanaan yang matang. Pemerintah, kata Samsudin, perlu memastikan ketersediaan anggaran, peningkatan kualitas guru dan dosen, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemerataan sarana dan prasarana hingga ke daerah.

Selain itu, kebijakan tersebut perlu memperhatikan kualitas pembelajaran agar perluasan akses pendidikan tidak berujung pada penurunan mutu. Perguruan tinggi negeri juga perlu dipastikan memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Samsudin berpandangan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional. Akses pendidikan yang lebih luas dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja, produktivitas, inovasi, serta daya saing generasi muda Indonesia.

Karena itu, ia berharap gagasan pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan yang jelas, berkelanjutan, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh bebasnya biaya pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan negara memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu dan memiliki kesempatan berkembang secara setara.

(Amir)

[post-views]