Jakarta, Berdikari Online – Aliansi Pemuda Wija To Luwu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026 menuntut percepatan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Massa mendesak pemerintah pusat segera membuka kembali moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dinilai menghambat pemerataan pembangunan di Tana Luwu.
Puluhan pemuda Wija To Luwu yang menetap di Jakarta menyatakan komitmen politik untuk terus mengawal proses pemekaran tersebut. Mereka menilai moratorium DOB yang diberlakukan pemerintah sejak 2014 sudah tidak relevan dengan kondisi daerah saat ini, terutama bagi wilayah yang dinilai telah memenuhi syarat administratif, teknis, dan kewilayahan.
Risal selaku Jenderal Lapangan aksi menegaskan, demonstrasi di Kemendagri bukan sekadar aksi simbolik.
“Aksi hari ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal perlawanan politik yang lebih besar. Kami akan terus menekan pemerintah agar percepatan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan,” ujarnya dalam orasinya.
Massa aksi juga menyinggung sikap Kemendagri yang selama ini menyatakan pemekaran daerah masih terkunci oleh kebijakan moratorium DOB, sembari menunggu revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan evaluasi menyeluruh terhadap daerah hasil pemekaran. Namun, sikap tersebut dinilai tidak memberikan kepastian hukum dan politik bagi daerah-daerah yang telah lama mengusulkan pemekaran, termasuk Luwu Raya.
“Ini bukan sekadar soal administrasi wilayah, tapi soal siri’ dan harga diri masyarakat Tana Luwu. Negara tidak boleh terus bersembunyi di balik moratorium dan harus bertanggung jawab atas janji sejarah kepada rakyat,” tegas Risal.
Aliansi Pemuda Wija To Luwu menegaskan akan terus melakukan konsolidasi nasional dan aksi lanjutan di kementerian serta DPR RI hingga pemerintah pusat membuka ruang kebijakan untuk pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai bagian dari keadilan pembangunan kawasan timur Indonesia.
(Amir)


