Menyusul Indonesia dan 10 Negara Lain, Venezuela dan Bolivia Akan Bergabung BRICS

Caracas, Berdikari Online – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengkonfirmasi bahwa negaranya telah mengajukan permintaan resmi untuk bergabung dalam kelompok kerjasama BRICS. Hal ini disampaikan Maduro dalam siaran televisi negara setempat hari Senin (31/7) yang dikutip oleh Kantor Berita Telesure.

“Venezuela telah mengajukan proposalnya dan kiranya dapat dinilai secara positif oleh BRICS,” kata Maduro. Ia berharap proposal tersebut dapat ditanggapi lebih cepat sehingga Venezuela segera dapat menjadi bagian dari dinamika kelompok tersebut.

Sementara dari La Paz dilaporkan Bolivia juga menunjukkan keinginan untuk bergabung dalam BRICS. Menteri Luar Negeri Regelio Mayta membenarkan bahwa Presiden Luis Arce akan menghadiri pertemuan di Afrika Selatan dan akan menyampaikan visi tentang masa depan ekonomi  dan perkembangan sosial negeri tersebut.

“Kami ingin menginformasikan bahwa pada tanggal 12 Juni 2023, Presiden Arce telah secara resmi mengkomunikasikan keinginan Bolivia untuk bergabung dalam kelompok tersebut,” terang Mayta. Selanjutnya ia menjelaskan kehendak negaranya untuk melangkah menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan serta menguatkan kerjasama di antara kekuatan-kekuatan ekonomi yang sedang tumbuh.

Kelompok kerjasama ekonomi yang dipelopori oleh Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan ini merupakan kekuatan penggerak yang berada di balik kehadiran dunia multipolar. Wacana perluasan keanggotaan BRICS menjadi salah satu topik utama dalam rencana Pertemuan Tingkat Tinggi yang akan dilangsungkan di Johannesburg, Afrika Selatan, 22-24 Agustus 2023.  

Selain Venezuela dan Bolivia, sebelumnya tercatat sudah ada 11 negara yang telah mengajukan permintaan secara resmi untuk bergabung. Sebelas negara tersebut adalah Aljazair, Arab Saudi, Argentina, Bahrain, Bangladesh, Belarus, Ethopia, Indonesia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah ketika diminta konfirmasi oleh Repulika (1/8), mengatakan “Akan diumumkan pada waktunya.” Teuku menjelaskan bahwa hal tersebut di luar kompetensinya untuk mengumumkan.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid