LMND UMI Makassar Tuntut Nasionalisasi Freeport

Puluhan anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) komisariat Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menasionalisasi PT Freeport Indonesia.

Tuntutan tersebut disuarakan dalam aksi memperingati Hari Hak Azasi Manusia (HAM) sedunia, di jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (10/12/2015).

“Kehadiran Freeport di Indonesia bukan hanya membawa kerugian ekonomi, tetapi juga menyebabkan pelanggaran HAM yang sistematis,” kata koordinator aksi, Mohamad Sadik, dalam orasinya di aksi tersebut.

Menurut dia, sejak beroperasi di awal 1970-an hingga sekarang, Freeport banyak melakukan praktek kekerasan, penganiayaan, dan pembunuhan terhadap orang-orang di sekitar pertambangan.

“Antara tahun 1972 hingga 1977 ribuan orang dari Suku Amungme Papua menjadi korban kekerasan. Belum lagi ketika Papua menjadi daerah operasi militer,” tegasnya.

Apalagi, ungkap dia, untuk mengamankan kepentingan bisnisnya Freeport menggandeng aparat TNI dan Polri. Terutama untuk membungkam suara orang-orang Papua yang menuntut keadilan.

Selain melalui kekerasan langsung, lanjut Sadik, Freeport juga membawa kerusakan ekologis yang mengancam kehidupan dan masa depan orang Papua.

“Itu juga pelanggaran HAM yang paling mendasar, yaitu hak untuk hidup dengan sebuah lingkungan yang sehat dan aman,” tegasnya.

Karena itu, dalam seruannya LMND UMI meminta semua pihak untuk tidak terbuai pada persoalan etik yang sedang bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, tetapi pada kejahatan-kejahatan Freeport.

Abdul Gafur

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid