Fidel Castro: Rusia dan Tiongkok Lebih Paham Masalah Dunia Dibanding AS

Rusia dan Tiongkok adalah negeri-negeri yang akan melestarikan perdamaian dan stabilitas dunia karena mereka telah mengalami penderitaan selama perang melawan fasisme, demikian tulis Fidel Castro, pemimpin revolusi Kuba kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Baik Rusia maupun Tiongkok memahami permasalahan dunia jauh lebih baik dibandingkan Amerika Serikat, tulis Fidel pada hari Jumat (11/12). Pemahaman ini “karena mereka diwajibkan untuk bertahan dalam perang mengerikan yang mereka alami menghadapi egoisme buta fasisme,” demikian surat kabar KubaGranmamelaporkan.

Oleh karena itu sekarang terserah Rusia dan Tiongkok, “mengingat tradisi sejarah dan pengalaman revolusioner mereka untuk membuat upaya yang lebih besar menghindari perang dan berkontribusi pada pembangunan yang damai di Venezuela, Amerika Latin, Asia dan Afrika,” lanjut surat Fidel.

“Siapa pun tidak merasa aman pada hari ini,” kata Fidel. Ia menjelaskan itu karena sembilan negara memiliki senjata nuklir, dengan hanya satu dari mereka, yakni AS, yang benar-benar pernah menggunakannya. AS menjatuhkan dua bom di Jepang tahun 1945 yang menewaskan ratusan ribu orang hanya dalam tiga hari”.

Surat dari pemimpin legendaris Kuba itu juga memuji Presiden Maduro, yang menerima hasil pemilihan parlemen hari Minggu di mana oposisi Venezuela memenangkan mayoritas dua pertiga di Majelis Nasional negara itu. Partai Sosialis Venezuela-nya Maduro yang memerintahmemperoleh 46 kursi dan kehilangan mayoritas di parlemen, ketika koalisi oposisi mengambil 99 kursi.

Hubungan antara Kuba dan Venezuela semakin dekat selama beberapa tahun terakhir. Caracas menjual minyak ke negara pulau tersebut dengan harga murah dan berinvestasi industri minyak di Kuba. Sebagai imbalannya, Kuba berkontribusi untuk jaminan sosial dan kesehatan Venezuela dengan mengirimkan lebih dari 40.000 dokter Kuba yang beroperasi di negara itu.

Kedua negara Amerika Latin menikmati hubungan hangat dengan Moskow. Rusia telah berinvestasi di industri Kuba dan Venezuela serta mengirimkan peralatan militer untuk memodernisasi kekuatan pertahanan kedua negara.

(Diterjemahkan oleh Mardika Putera dari RT.com)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid