LMND Soroti Pencemaran lingkungan Di Halmahera Tengah

Halmahera Tengah, Berdikari Online – Wakil Sekretaris Jendral Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) Julfikar Hasan menyampaikan bahwa pencemaran lingkungan (sungai) di Desa Sagea Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara berubah keruh kecoklatan diduga akibat dari aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh perusahan tambang.

Terhitung semenjak 14 Juli 2023 hingga 27 agutus 2023 video dan foto keruhnya sungai tersebut pun sempat beredar luas di media sosial. Air sungai yang biasa dijadikan sebagai sumber kehidupan warga sehari-hari, baik untuk konsumsi serta ekowisata di gua batulobang (bokimaruru), kini tidak lagi dapat digunakan.

Julfikar, putra Maluku Utara ini menuturkan bahwa di bagian hulu sungai tersebut ada tiga perusahan besar yang beroperasi yaitu PT. Weda Bay Nickel, PT. Halmahera Sukses Mineral dan PT. Tekindo Energi. Dua dari perusahan telah terindikasi melakukan pembukaan lahan (eksplorasi) yaitu PT. Weda Bay Nickel dan PT. Halmahera Sukses Mineral. Sementara perusahaan tambang lain, PT. First Pasific Mining, PT Karunia Sagea Mineral (KSM) dan PT. Harum Sukses Mining, sudah masuk di wilayah Sagea namun belum beroperasi karena warga terus melakukan penolakan.  

Ia mengingatkan agar pemerintah pusat khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menutup mata. “Sebab pencemaran yang mengakibatkan keruhnya sungai Desa Sagea  sudah berbulan-bulan dan akan mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat  baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Bahkan juga bisa meredupkan semangat hilirisasi yang telah dijalankan pemerintah pusat,” tambah Fikar. 

Dalam keterangan pers yang diterima Berdikari Online, Julfikar mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H bahwa setiap warga indonesia berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dari negara. Amanah tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang dialami oleh warga Desa Sagea.

EN LMND, lanjut Fikar, meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar mengevaluasi menerapan analis dampak lingkungan (AMDAL) perusahaan Weda Bay Nikel dan PT. Halmahera Sukses Mineral  yang diduga bermasalah, serta mendesak kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut ijin kedua perusahaan tersebut jika terbukti lalai dalam menjalankan analis dampak lingkungan.

(Zul)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid