Ketum PRD: Kita Butuh Tatanan Baru yang Manusiawi, Setara dan Adil

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila ke-75, Senin (1/6), Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Jabo Priyono menyampaikan pidato politik lewat aliran langsung di kanal Youtube PRD.

Dalam pidatonya, Agus Jabo menyinggung ketidaksiapan dan sejumlah kebijakan pemerintah yang tidak populer dalam merespon pandemi.

“Terjadi kebimbangan, kelambatan, ketidaksiapan, tidak ada soliditas kepemimpinan, tidak ada kesatuan komando, simpang siur informasi,” katanya.

Sudah begitu, lanjut dia, di tengah kecemasan rakyat akibat PHK, mandegnya sektor informal, dan pengurangan upah kerja, pemerintah dan DPR justru melahirkan kebijakan yang menyakitkan, seperti kenaikan iuran BPJS dan pengesahan revisi UU Minerba.

“Tindakan tersebut melukai batin masyarakat, di saat mereka menjauhkan diri dari hiruk pikuk kehidupan ekonomi dan politik, dengan tetap tinggal serta kerja di rumah,” jelasnya.

Ditambah lagi, ada pembungkamman terhadap hak-hak demokrasi rakyat, dalam bentuk intmidasi, teror dan penangkapan terhadap anggota masyarakat yang melakukan kritik kepada pemerintah.

Menurut dia, dalam situasi darurat, pemerintah seharusnya fokus menangani pandemi. Misalnya, dengan kepemimpinan yang solid dan menempatkan keselamatan rakyat di atas segalanya.

Namun, sementara reaksi pemerintah cukup mengecewakan dalam menangani pandemi, respon masyarakat justru membanggakan dan patut diapreasi.

“Dengan segala keterbatasannya, mereka menjaga diri dan menjaga kampungnya dengan melakukan isolasi mandiri, memproduksi masker, dan tolong menolong membangun posko distribusi bahan makanan,” tuturnya.

Menurutnya, di tengah alam liberal yang ugal-ugalan, rakyat Indonesia masih menunjukkan semangat gotong-royong dalam menyelesaikan persoalan mendesaknya.

“Kegotong-royongan inilah yang harus dikembangkan baik untuk urusan ekonomi, politik maupun sosial,” tegasnya.

Tatanan Baru

Pada bagian lain, Agus Jabo menyinggung berbagai pelajaran yang bisa dipetik dari pandemi.

Menurutnya, belajar dari pandemi ini, banyak hal dari kebijakan negara yang perlu dikoreksi.

“Pandemi telah memberikan pelajaran, semua negara berjuang  mengamankan dalam negeri nya  masing-masing, dari masalah alat kesehatan, bahan makanan maupun keuangan,” jelasnya.

Sehingga, kata dia, sudah saatnya bangsa Indonesia membangun kemandirian dalam segala bidang, dari ekonomi, politik, dan sosial-budaya.

Agus Jabo menekankan perlunya membangun kembali industri nasional, agar bangsa Indonesia tak terus-menerus bergantung pada investasi dan hasil produksi dari luar.

“Hanya negara yang memiliki industri nasional yang kuat, ekonomi bisa mandiri dan sanggup bertahan menghadapi situasi apapun,” tandasnya.

Untuk itu, dia menegaskan, Indonesia butuh sebuah tatanan baru yang benar-benar baru. Bukan kembali ke tatanan lama yang kapitalistik.

Dia merujuk pada pidato Bung Karno pada Sidang Umum PBB tahun 1960, sebuah tatanan dunia baru yang menjunjung tinggi kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan.

“Membangun kehidupan dunia yang adil dan beradab dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Berkaitan dengan peringatan Hari Lahirnya Pancasila di tengah pandemi, dia berseru agar Pancasila benar-benar menjadi filosofi, dasar dan bintang arah bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuannya.

MAHESA DANU

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid